Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERPAKSA NIKAH SMA

TERPAKSA NIKAH SMA

Rasanya dejavu. Maaf baru up, soalnya aku kehabisan kuota hehe. Makasih udah mampir jangan lupa comen!
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

tanyaku sebal "Buset,dah. Itu mah nyari badak, uy!" Ruri mendelik. "Udah, deh. Jangan aneh-aneh. Gue jabanin traktir tujuh hari. Kalau mau, bisa tujuh hari tujuh malam. Kalo nyari cowok pengganti, kalian cari sendiri! Ntar aku salah nyari jadi kuda nil lagi."
9.515.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
The Memories (BAHASA)

The Memories (BAHASA)

Inbound Icha: Kalau kamu macem - macem, ya keberatan lah! Inbound Icha : Huft Inbound Icha: Aku minta kalian buat do a proper goodbye. You're friends after all Inbound Icha: And she said sorry to me Inbound Icha: Suka sama seseorang itu nggak salah, Ja Inbound Icha: Dia juga berhak berjuang, kok. And She did that
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Depression

Depression

A : Gimana kabarnya hari ini? Mr. A : Menyenangkan? Luna : Hai, Mr. A. Luna : Ke mana aja? Luna : Udah berbulan-bulan gak ada kabar? Mr. A : Oh, kamu mencari saya? Luna : Hahaha. Gak lah. Enggak salah lagi maksudnya. Hehehe. Mr. A : Apa yang membuat kamu mencari saya? Luna : Ya sepi aja gitu hape aku jadinya gak ada chat dari kamu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
ISTRIKU LUPA AKU SUAMINYA

ISTRIKU LUPA AKU SUAMINYA

Ucapnya, suaranya terdengar getir, bibirnya bergetar dan airmatanya mengambang diujung matanya. Kelam menatapnya sendu, “Sabar ya abang, ini papa juga sedang berusaha biar bunda kembali sama kita.” “Abang kangen bunda pa, ingin dipeluk, dielus-elus, ingin dapat cium bunda.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

Jemarinya kembali menari lincah di atas layar keyboard. "Aku bakal cari sejuta cara biar kamu tetap ikut. Dan kali ini, kamu nggak bakal bisa menolak." Malhera menatap barisan kata itu sejenak, sebelum akhirnya menyisipkan satu kalimat penutup. ["Kalau kamu ikut, kamu bakal dapat sesuatu yang jauh lebih besar."] Send. Pesan itu meluncur. Meski tak langsung dibalas—bahkan belum bercentang biru—Malhera sama sekali tak ambil pusing.
10995 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar Suamiku

Obsesi Liar Suamiku

Dia berdehem pelan dan menjawab, "Kamu berisik! Aku gak bisa konsentrasi menyetir!” "Oh, kirain kamu cemburu, Mas.” Farhan mendengkus kesal. "Jangan ngaco kamu! Mana mungkin aku cemburu sama keharmonisan Ibu Ayahku! Mereka orang tuaku!” "Ya, habisnya kamu marah sampai segitunya. Aku pikir kamu cemburu. Siapa yang tau? Lagipula Ibu cuma Ibu tiri kamu, Kan? Sekarang banyak tuh, anak tiri suka sama Ibu tirinya.“
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Bahagia

Biarkan Aku Bahagia

Yang pasti aku berusaha menjawab salamnya. “Ini Mas, Dik!” hatiku bahkan berkata “Mas siapa?” “Maaf! Mungkin anda salah orang,” balasku. “Ini, Kila kan?” tanya orang itu kembali. “Ya.” Tiba-tiba hatiku merasakan sesuatu kejanggalan. Entah bagaimana? Perasaan ini menjadi tak menentu. “Ini, Mas. Mas Wahyu. Mas mohon kembali lah, Dik! Mas nggak mau kehilangan kamu,” ungkapnya.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Satu-Satunya

Aku Bukan Satu-Satunya

Amira menghela napas panjang, entah sudah yang keberapa kalinya dia mengeluh. “Em... Apa kamu ingin sesuatu, aku akan mengabulkannya PIV untukmu,” sahut Bram sambil terkekeh. Amira pun terhibur dengan perkataan Bram. “VIP? Hahahaha.” “Em, apapun yang kamu inginkan akan aku kabulkan,” lanjut Bram sungguh-sungguh. “Kalau begitu ....”
9.670.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Izinkan Aku Kembali

Izinkan Aku Kembali

"Mbak Hanin kok malah berdiri di situ? Sini bawa minumannya, Mbak. Aku sudah haus banget ini." "Oh iya, Mbak, maaf." Langkah Hanin terasa kaku. Tangannya gemetar menahan segala rasa yang berkecamuk dalam dada. Cemburu, iri, juga kecewa yang entah ia tujukan untuk siapa. Semuanya coba Hanin tahan di depan mereka yang kini tengah memperhatikannya menyimpan gelas di meja. "Mbak Hanin sakit? Kenapa gemetar begitu?" tanya Anggun saat matanya menangkap pergerakan Hanin.
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai hibur aku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status