Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERNIKAHAN YANG TERNODA

PERNIKAHAN YANG TERNODA

Dan rencanya, malam ini, Basti dan Aksel ingin berjalan-jalan keliling kota Semarang untuk sekedar cuci mata atau membeli oleh-oleh khas kota Venetie Van Java itu. Kini, mereka sedang berada di Kawasan Simpang Lima, Semarang dan ingin menuju Tugu Muda. Mereka melewati sebuah jalan yang diberi nama jalan Pandanaran. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat dapat ditemui dengan mudah.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Sang Sekretaris

Ranjang Panas Sang Sekretaris

kata pria itu “Tentu saja kita akan melakukannya bersama, Farhan. Hanya kamu yang mampu membuatku puas dan nikmat selama ini.” Pergulatan panjang dan panas dilakukan. Dua sejoli itu diranjang milik sang wanita, tentu saja juga apartemen di wanita. “Tapi kapan kita melakukan ini secara sembunyi-sembunyi terus sama kamu, sayang?” tanya Farhan, "Aku ingin bisa menggandeng tanganmu ketika kita jalan-jalan keluar, atau merangkulmu, menunjukkan bahwa kita pasangan yang romantis."
5.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris

Dendam Sang Pewaris

Suasana pagi terasa tegang di rumah persembunyian yang sempit. Hujan semalam meninggalkan jejak genangan air di luar, membasahi jalan-jalan berbatu yang dipenuhi dengan bau lembap. Dimas duduk di dekat pintu dengan tatapan kosong, sementara Anisa dan wanita yang telah menolong mereka, yang bernama Ibu Maimunah, berada di sisi Satria yang sedang beristirahat.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Istri Sementara Tuan Adam

Istri Sementara Tuan Adam

Baru beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba pandangannya berputar dan tubuhnya pun ambruk ke lantai. *** Mentari tampak menyingsing ke ufuk barat. Sinarnya mulai membentuk siluet lembayung yang cantik. Sari tampak menyaksikan semuanya dengan tatapan yang nanar. Ia merasa fenomena alam itu tidak seindah kisah hidupnya yang baru saja dimulai.
7.518.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 727 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
SEMALAM DENGAN PREMAN

SEMALAM DENGAN PREMAN

ucap Winda sebelum kemudian menarik kembali tangan mungil Zavier. Mata Zavier menatap binar bangunan bercat putih bersih ini. Terdapat banyak lorong-lorong panti, membuat Zavier senang jika sampai ia bersembunyi dan Mamanya yang mencarinya. Ah, ya! Petak umpet! Zavier memikirkan akan hal itu, ia sangat menyukai permainan tersebut walau tau bahwa ia tidak pernah menang dalam bersembunyi. Ia pasti selalu ditemukan oleh seseorang.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Daniel Si Pengembara

Daniel Si Pengembara

Trang! Trang! Trenk! Aku mendengar suara pertarungan antara jarum lebah dan kulit besi semut besi tapi aku tak melihat bagaimana pertarungan itu terjadi karena "pertarungan alam lebih baik tak perlu dilihat karena kau takkan menyukainya" itulah yang buku tentang bertahan hidup katakan. Setelah sekiranya kupikir semuanya selesai aku lantas membalikkan badanku sambil menutup mata dan mengucapkan "terimakasih" sambil membungkukkan badan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Sang Panglima Perang

Sang Panglima Perang

Dia sudah tak sabar melihat wajah Jing Lei yang terpaksa harus memuji kemampuan dan keberaniannya. Derap langkah kuda yang cepat dan berenergi membuat perjalanannya menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan berjalan kaki. Di depan sana bangunan besar yang berdiri tegak sudah menanti kedatangannya dengan kemenangan. Laju langkah kuda menyusuri tanah lapang dan menyebabkan debu yang tertiup angin mengelilingi sekitarnya. Dia masih terus menunggang hingga akhirnya satu anak panah mendarat di depan jalannya dan membuat kuda meringkik dengan mengangkat kedua kaki depannya.
8.9300.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai hikayat panji semirang
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Cristi Rottie
Otor dan Zhang Yuan mengucapkan, "Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2023, selamat menyambut tahun kelinci air. Gong Xi Fa Cai!" Semoga keberuntungan selalu ada di setiap langkah seluruh pembaca, serta segala urusan dan usaha dilancarkan.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Kuranji

Kuranji

‘Pasti telah terjadi sesuatu yang buruk pada Puti Tan’ pikir Kuranji, semakin merasa tidak tenang. “Minggir! Jangan berdiri di tengah jalan!” Sekumpulan pria dan wanita melangkah tergesa-gesa menuju satu titik. Sebagian bahkan berlari untuk bisa mendahului yang lain. “Kisanak, apa yang terjadi?” tanya Kuranji setelah berhasil mencekal salah satu lengan pemuda seusianya. “Ada sayembara.” “Sayembara?” “Iya. Mencari seorang wanita—”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

sahut Panji tersenyum menenangkan. "Kami juga pasti akan ikut, jika Mas Panji dan Mbak Sati mau ke sana membebaskan Mas Jalu," timpal Ranti dengan bersemangat. *** Senja menjelang malam di pantai Semanding. Blaph..!
1025.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai hikayat panji semirang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status