Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ujung Senja

Ujung Senja

Kami tak akan bisa mendengar suara satu dan yang lain. Aku menikmati aroma petrikor yang menguar kuat di udara. Bau hujan tak pernah seindah ini. Kuhirup kuat-kuat wangi tanah basah, menyimpannya dalam-dalam di sel otakku. Rasanya dadaku tak lagi sesak akan amarah. Rasanya separuh deritaku sudah menguap dihempas hujan yang turun bertubi-tubi. Rasanya aku pasti lebih kuat menghadapi esok hari. ***
108.4K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as hiraeth
Read
+Library
PETRICHOR

PETRICHOR

Kirana terlihat terluka saat Ace berkata seperti itu, lalu saat Luci datang untuk menghentikan emosi Ace, Kirana semakin diam dan Luci kemudian mengata-ngatai Kirana dengan segala umpatan kasar dan terakhir dia mendorong Kirana ke tembok sebelum pada akhirnya kepala Kirana berdarah. Dokter mengatakan Kirana memiliki trauma dia mengalami self harm, yaitu trauma yang selalu ingin menyakiti dirinya sendiri. Dia terkejut saat mendengar penuturan dokter Emely, dokter yang menangani Kirana saat ini. Ace ke luar ruangan kemudian dia menyuruh Sean untuk menjaganya. Ace harus segera pergi ke kantornya untuk menyelesaikan beberapa berkas perusahaan, Ace adalah seorang pebisnis termuda yang pernah ada
2.2K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as hiraeth
Read
+Library
Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Tersenyum sambil membungkukkan badannya. Hirsyam terkejut dengan kedatangan pria itu. Matanya terlihat tajam dengan wajah datar. Ia bernama Sebastin, seorang manusia hybrid yang dilatih untuk menjadi pembunuh dan patuh kepada tuannya. Hirsyam menaikkan alis kirinya karena bingung lalu ponselnya berbunyi. "pak Hirsyam selamat anda mendapatkan manusia hybrid," kata seseorang.
5.4K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as hiraeth
Read
+Library
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as hiraeth
Read
+Library
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Saka POV Hari pertama semester lima, kelas sudah terisi wajah-wajah lama. Keceriaan bekas liburan masih terdengar di sana-sini, termasuk dari bangku belakangku yang diisi oleh Rio dan pacarnya, Feni. Lima menit lagi bel kuliah pertama akan berbunyi.
10878 viewsCompletedAdded to Library 24 Times as hiraeth
Read
+Library
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

Sudah waktunya aku menikmati gemerlap dunia malam yang penuh warna warni dan musik yang membangkitkan keinginan untuk menggoyangkan tubuh seraya berharap kesedihanku akan musnah saat matahari mulai menyapa hidupku lagi esok hari. Mikhaila Ameera Violetta, mari kita menggila, melupakan semua beban yang ada... ***
101.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as hiraeth
Read
+Library
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Geraham Damian mengatup ketat membuat wakah tampannya tetlihat merah seperti darah. "Tunggu pembalasanku wanita jalang!" **** BERSAMBUNG
108.8K viewsOngoingAdded to Library 272 Times as hiraeth
Read
+Library
Hijrah yang Tak Kau Hargai

Hijrah yang Tak Kau Hargai

Haruskah kesekian kalinya aku yang merasa bersalah? Aku bekerja dengan rasa tak semangat. Mas Hakim menyalahkanku lagi. Sudahlah, lebih baik aku tak usah lihat ponselnya. Rasa trauma karena hanya melihat hal buruk saja. Dia seolah tak mempedulikan perasaanku. Lagipula, foto dia bersama Cynthia, mengapa harus disimpan? "Mbak Tazkiyah." "Oh, Ilmi. Ada apa?" "Kenapa melamun saja?"
101.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as hiraeth
Read
+Library
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Namun, karena cuaca yang sedikit mendung, membuat cahaya bulan tidak mampu menembus rimbunnya pepohonan. "Haruskah aku mengikuti mereka?" Surti penasaran dengan apa yang dilihatnya. "Tidak, aku harus segera menemui wanita itu sebelum si Memet marah," gumamnya lagi sambil mencoba bangkit dan kembali mengayuh sepedanya yang tergelincir karena jalan yang licin. "Besok aku harus kembali ke sini, aku harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Surti mengayuh sepedanya dengan cepat, ia tidak ingin kedua orang tersebut secara misterius mengetahui keberadaan.
5.6K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as hiraeth
Read
+Library
Liara

Liara

Itu dini hari saat Hagan yang tak dapat tidur memutuskan pergi ke gazebo di belakang. Pria itu duduk di sana. Menghela napas beberapa kali, kemudian menatapi kolam renang. Rasanya menyesakkan dan hampa. Itu baru seminggu dan Hagan sudah merasa tak sanggup melewati hari esok. Ia lelah. Rindu untuk Liara tak habis-habis, malah semakin banyak.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as hiraeth
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status