Anara
Tanpa Bara tahu jika perasaan itu hanyalah rasa terima kasih yang tulus dari seorang Anara.
Anara menggeliat malas, matanya masih enggan untuk terbuka. Perasaan hangat masih dapat dia rasakan, bahkan setelah beberapa jam berlalu saat dia dan Bara memadu cinta.
Tangannya yang mungil mulai menggapai, mencari sosok Bara. Tapi tidak dia temukan. Dibukanya sebelah mata, lalu satunya lagi, memicingkannya lalu mengerjap beberapa kali saat kilau cahaya mentari pagi menusuk penglihatannya.
Hot Chapters