HIATUS
Entah kenapa wanita itu terlihat begitu berhati-hati, seakan di matanya aku hanyalah sebuah kaca retak yang akan pecah jika lebih dilukai.
“Beberapa kali hampir pernah,” aku menjawab tenang. Ummu Hilza terlonjak tidak percaya, tapi itu kenyataannya. Selama ini, jika berhadapan lelaki itu aku selalu takut salah gerak-gerik yang akan membuatnya emosi. “Tapi selalu tidak jadi, tangannya yang terangkat langsung turun, sebagai gantinya dia menampar dirinya sendiri. Lebih keras dari yang sebelumnya lelaki itu lakukan pada Nona Alia tadi siang dan berkali-kali.”
Hot Chapters