Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Calon Mertuaku Menjadi Maduku

Calon Mertuaku Menjadi Maduku

Rasa kantuk dan badan yang kurang istirahat membuatnya terlalu nyaman tidur didekat Puteri. Selesai solat tahajjud, Puteri membaca Alquran sambil menunggu azan subuh tiba, hampir satu lembar Alquran telah dibaca Puteri. Ketika tiba- tiba suara ketukan pintu yang berulang- ulang mengganggu konsentrasinya. Dengan malas, Puteri menyelesaikan bacaannya. Kemudian berjalan kearah pintu yang terus berbunyi suara ketukan.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
Dinikahi Ustadz Tampan 2

Dinikahi Ustadz Tampan 2

"Saya harus fokus mengajar dulu." *** Di sinilah Husein, di depan para muridnya yang sedang fokus mencatat pelajaran hari ini mengenai bab hukum bacaan nun mati dan tanwin.. Ada empat pembagi yaitu : 1. Izhar yang terdiri dari enam huruf. Alif, Ha-besar, ha-kecil, kha, 'ain, dan gho. Cara bacanya yaitu jelas, huruf nun mati atau tanwinnya harus terbaca jelas.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
DEAR RANIA

DEAR RANIA

jelas Rakha. "Misalkan saja, untuk satu ketukan kita ambil waktu membacanya satu detik. jadi kalau 1 alif itu, artinya 2 ketukan atau 2 detik, jika 4 ketukan berarti panjang atau lama membacanya kira-kira 4 detik. Coba kamu ulangi," Rania mengulangi bacaannya. Rakha tersenyum. Ternyata Rania cepat menguasai apa yang dia ajarkan.
1049.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Herofah
Hola Readers.. aku kembali dengan cerita baru yang pastinya dijamin bikin baper... kali ini ceritaku bertema Religi, kisah tentang si Ustadz ganteng bernama Rakha dan cewek tomboi bernama Rania... penasaran sama kisah mereka? Yuk mampir dan tinggalkan jejak kalian...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Menikahi Kakakku yang Koma

Menikahi Kakakku yang Koma

Hanya jam dinding yang berdetak pelan, konsisten—seolah mengingatkan bahwa waktu di tempat seperti ini tidak tunduk pada emosi siapa pun. Aku duduk di kursi sebelah Tama. Notaris di hadapan kami membuka satu map tebal, menyelipkan kacamata baca, lalu menatap kami bergantian. “Saya perlu menjelaskan posisi hukumnya secara utuh,” katanya. “Wasiat mendiang Adikara bersifat final. Tidak dapat diubah, tidak dapat dicabut, dan tidak dapat dinegosiasikan ulang.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

kata Ustadz Mahfud dengan nada tegas namun masih tenang. "Gimana bacanya, orang gue enggak bisa baca tulisan kek gini," ujar Ali santai. Ustadz Mahfud menghembuskan nafas untuk mengatur kesabarannya. Ia memulai dari bacaan basmalah dan Ali menirukannya. "Bis..... Mil.....ah......" Ali terbata-bata. Ustadz Mahfud menahan napas sejenak, lalu menegur dengan suara dingin. “Ali, itu bukan cara yang benar. Apa emang kamu belum pernah membaca lafadz Allah?"
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
Wanita Hamil itu Maduku

Wanita Hamil itu Maduku

tanya Lita yang melihat kertas yang sudah diremas-remas ada di dekat batu yang dipakai untuk melempar. Hana dengan hati-hati mengambil kertas itu dan membukanya. Matanya melotot ketika melihat tulisan berwarna merah menyala itu. "MAT* KALIAN!" eja Lita saat membaca tulisan yang ada di kertas. "Siapa yang melakukan ini, Bu? Saya takut sekali, Bu," kata Lita kemudian. "Ayo kita masuk ke dalam kamar! Aku harus minta bantuan karena kita sudah diteror," balas Hana.
6.539.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Aryo melirik sekilas, lalu menjawab singkat, “Kau terlalu bijak untuk musuh. Hati-hati, kawan. Dunia tak selalu menghargai kelembutan.” Malam harinya, Raka duduk sendiri di taman belakang asrama. Ia membaca lembar hukum-hukum lama yang ditulis dalam aksara Kawi kuno. Sebuah kutipan menarik perhatiannya: “Barang siapa mendapat nilai mendekati sempurna dalam Ujian Madya, maka ia berhak menentukan jalan pengabdian: mengabdi kepada kerajaan, atau kepada rakyat.”
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
MADU Titipan

MADU Titipan

Halo readers! Bab ini mengandung adegan kekerasan. Harap bijak memilih dan memilah bacaan. Tolong jangan salahin author ya, kalo sampe kebawa emosi. Hehe. Terima kasih. Happy reading~ *** Mbak Rina memberikan anaknya padaku. "Mana wanita itu?" Ia lalu masuk ke dalam kamar. "Oh ... jadi wanita ini?!" teriak Mbak Rina. Aku bisa mendengarnya dari luar. Dengan spontan kututup telinga anaknya takut jika Mbak Rina berkata kasar.
8.77.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

"Mad thobii ialah tidak kurang juga tidak lebih, jadi panjangnya satu alif ya di baca satu alif tidak boleh dua alif." "Mad thobii ada tiga yaitu alif di ikuti fatkhah, ya' di ikuti kasroh dan wawu di ikuti dlomah" "Sampai di sini paham?" "Belum?" Aku berdiri mengambil sepidol dan menjelaskannha di papan tulis "Jika ada alif lalu harokatnya fatkhah ini di namakan mad thobii panjangnya satu alif atau dua ketukkan."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

Mada tidak menghantam wajahnya, ia hanya menyentil saraf siku dengan sisi telapak, pukulan dasar yang diajarkan kepada bocah-bocah berumur 7 tahun di Leviathan Army. “Au—au! “Lepas!” “Lepas!” “Jangan berteriak,” kata Mada. “Tetangga tidak suka keributan. Sampai kau berteriak, aku tidak segan mematahkan pergelanganmu sampai tulangmu keluar!” “Ba-baik, aku diam. Aku kalah!”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai hukum bacaan mad ada berapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status