KAU MENDUA AKU PUN SAMA
Fatimahpegang tangankukata kata minta maaf kepada istrihati istri yang tersakitifirasat istri itu tajam
“Ya?“
Aku terdiam sejenak. Tiba-tiba sebuah bayangan menakutkan memenuhi benak ini.
“Bayi saya … mana, ya?“ tanyaku.
“Sedang diobservasi, Bu. Alhamdulillah semuanya lahir dengan selamat,“ jawabnya.
Aku menghela napas lega. Ternyata ketakutanku tidak terbukti. Jujur, sebelum dokter menyuntikkan anastesi, aku sempat berpikir yang tidak-tidak. Terlebih selama dalam pengaruh anastesi tadi, aku bermimpi bertemu ayah dan ibu. Mereka membawa dua anak laki-lakiku pergi bermain.
“Kita pindah ruangan dulu ya, Bu.“
Hot Chapters