Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

kami berjalan beriringan membentuk satu baraisan dengan jarak dua sampai tiga meter. “Jadi ibu kota Sangara ada di ujung sana?” “Ibu kota agak sedikit lebih ke tengah. Tepat sebelum daerah terujung, yang bernama Sueren.” “Ada apa di ujung sana?” “Laut Vaimiti.” “Jadi, Sena dikelilingi laut?” “Ya. Sama saja seperti di dunia kalian.” “Kau pernah ke dunia kami?’
105.2K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as ibarat
Read
+Library
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as ibarat
Read
+Library
Kelabu

Kelabu

ujar Dania sambil menunjuk ulat yang berada di atas sebuah daun. Raka mengikuti arah tunjuk gadis itu. “Dia akan menjadi kupu-kupu yang cantik kelak,” kata Dania sambil merekahkan senyum. “Aku iri tahu,” ucapnya dengan wajah cemberut sambil berpindah melihat kupu-kupu biru. “Kupu-kupu itu bisa menyentuh langit, sedangkan aku tidak bisa,” ujarnya dengan tatapan senduh.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as ibarat
Read
+Library
Buruk Rupa

Buruk Rupa

ancam Argan. "Nih berdua ngapa yak? Perasaan tadi disini sedang dalam permasalahan hukuman, kok malah kejatah-menjatah sih? Dikira apaan coba bininya? Astaga...! Tobat...! Neraka makin jauh!" batin Allen bingung. "Eh... eh... mulutnya! Ntar Bapak kasih cabe rawit mau?" "Nah! Kebetulan Pak. Saya suka yang pedas-pedas. Hot-hot gimana gitu yahkan Pak?" ucap Argan dengan cengirannya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as ibarat
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Jaka merasa aneh. "Bisakah kau ceritakan tentang waduk ini?" tanya Jaka kepada Jati Saba. Lelaki paruh baya itu mengusap mukanya sebelum memberikan penjelasan. "Sebenarnya, ada sebuah kisah tentang Kerajaan Peri di tengah waduk ini. Saat musim kemarau, konon kerajaan itu akan terlihat seperti kerajaan manusia biasa yang dihuni banyak manusia seperti kerajaan Sigaluh pada umumnya. Namun saat musim penghujan seperti saat ini, kerajaan itu menjadi kerajaan bawah air. Dan semua penduduknya menjadi sosok-sosok peri yang mengerikan. Mereka akan menculik siapa saja yang berada di kawasan kerajaan itu. Sampai sekarang, aku tidak percaya dengan cerita yang aku rasa hanyalah omong kosong belaka. Tapi.
1011.1K viewsOngoingAdded to Library 376 Times as ibarat
Read
+Library
Antara Iba dan Curiga

Antara Iba dan Curiga

---------- Keesokan Harinya. Langit mendung menggantung rendah di atas pemakaman keluarga. Angin dingin berhembus, membawa aroma tanah basah dan bunga layu. Orang-orang berpakaian hitam berkumpul di sekitar peti mati yang dihiasi mawar putih, simbol kesucian yang tak akan pernah mereka temui lagi dari Arlena.
866 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as ibarat
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

gumam Anita yang baru saja tiba di pintu keluar dari Mall. Vanya salah masuk jalur, harusnya buat jalan mobil keluar justru dia berjalan sebaliknya. Mercedes putih itu berhenti tepat di depan Anita, sedangkan arah sebaliknya mobil sedan merah kaget ketika pengemudi itu belok lupa tidak injak rem. Akhirnya sedan merah menabrak mobil Vanya yang menimbulkan suara benturan yang cukup keras. “Goblok sekali!!! Apa dia tidak punya mata?? Padahal jelas ada papan petunjuk di depan untuk jalur keluar!!! Tidak bisa dibiarkan ini!!” geram Arka.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as ibarat
Read
+Library
BATARI

BATARI

ia terisak, memendam wajahnya di tangan sang ibu yang kurus. Isabel perlahan membuka matanya. Sebuah keajaiban kecil terjadi; matanya tak lagi kosong. Ia mengusap rambut Batari dengan tangan gemetar. “Si mama ang dapat humingi ng tawad… patawarin mo si mama, sayang, kailangan mong tanggapin ang kapalarang ito,” ucapnya dalam bahasa asalnya yang pilu. “Mama yang harus minta maaf... Mama yang memberimu takdir ini... Maafkan Mama, Sayang.”
10431 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as ibarat
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status