Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sabitah

Sabitah

Pemuda itu ingin segera membawa sang adik kembali ke dalam pelukannya, tetapi setiap jalan yang ada terlalu terjal untuk Juna. “Aku harap kau selalu baik-baik saja di sana, Naya....” Sementara itu, Bumi Chatra tengah membolak-balikkan sebuah buku digital di hadapannya. Buku itu adalah milik perpustakaan yang sempat dia pinjam dengan identitas lain. Yang membuat Reandra dan Angkasa begitu penasaran kenapa peminjam buku tidak memiliki data pada sistem. Bumi sengaja melakukan hal itu agar dia bisa terus membaca buku yang berisi tentang teknologi lampau.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Owned by The Don

Owned by The Don

Aroma kayu pinus terbakar bercampur samar dengan wangi cokelat panas di atas meja kecil di samping sofa. Bianca duduk bersandar di atas karpet beludru tua, punggungnya menempel pada kaki sofa. Sebuah buku tebal terbuka di pangkuannya. Sampulnya tua, berjilid kulit cokelat dengan huruf latin yang nyaris pudar: buku tentang sejarah terbentuknya organisasi mafia tua.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Hestia

Hestia

Proyek yang ia ajukan cukup unik—buku nonfiksi berbentuk journaling interaktif lengkap dengan merchandise zine pop-up yang bisa dibongkar pasang pembacanya. “Dia mau bukunya intimate tapi nggak terlalu self-help,” jelas Odi. “Lebih kayak… companion.” Patra membaca brief itu perlahan. Ada banyak catatan soal perempuan muda, body image, self-care, dan rasa kesepian yang dibungkus estetika feminin. Meeting dimulai tepat pukul satu siang. Kamera Dhea langsung menyala, menampilkan perempuan berponi tipis dengan sweater rajut oversized dan wajah bare face yang tetap terlihat siap syuting kapan saja.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Sayap Felysia

Sayap Felysia

Dan, berarti, penulis buku ini adalah Langit. Sontak, Felysia langsung membalikkan halaman itu secara cepat. Ia mengecek semua halaman yang ada di dalam buku itu. Tetapi, ia sama sekali tidak menemukan identitas Langit. Tiba-tiba, tangan Felysia berhenti, saat sudah sampai pada halaman terakhir. Ia merasa sangat familiar dengan tulisan yang ada di dalam buku itu. Ia merasa sangat mengenal bentuk, besar-kecil, miring huruf-huruf yang tertulis di sana.
1017.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Bad Guy (Bahasa Indonesia)

Bad Guy (Bahasa Indonesia)

"Kenapa sih, Kak, hanya lihat-lihat saja, kok. Janji tidak macam-macam." "Kak, lihat deh!" Sera menunjuk sebuah rak yang penuh sesak oleh deretan buku tebal. "Koleksi buku kak Alena banyak sekali. Bahkan lebih banyak dari punya kakak di rumah." Liam bangkit dan menghampiri sumber suara. Diamatinya baik-baik rak buku itu, dia menemukan sederet buku fiksi, kemudian berderet di sisi lain buku nonfiksi, ada pula deret buku pelajaran. Lengkap, semuanya ada. Melihat hal ini menimbulkan satu spekulasi dan tanya yang cukup besar di benak lelaki itu.
9.830.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

“Tak mungkin dia meminjam buku ini. Setiap orang pasti meminjamnya, kalau ia memang bilang membaca semua buku maka aku harus melihat buku yang tidak biasa dipinjam.” Ternyata Iskha penasaran dengan ucapan Faiz yang mengatakan kalau dia telah membaca semua buku yang ada di perpustakaan. Itu mustahil bukan? Dia hanya membual. Dikembalikannya buku itu ke tempatnya. Dia mencoba mencari ke rak yang lebih dalam dimana ada buku-buku ensiklopedia, buku-buku yang lebih umum, buku-buku sejarah dan buku-buku teori eksak. Satu buku yang diambil Iskha “Matematika Diskrit”. Dia membuka halaman belakang bukunya, lalu memeriksa kartu peminjam. Ada satu nama di sana yang sangat jelas sekali terbaca, “Faiz A.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

Ia melangkahkan kakinya hingga tibalah di rak yang ia tuju. Mata Herrscher tertuju pada salah satu buku yang berwarna biru. Buku itu berjudul Herrscher, sama seperti namanya. Awalnya dia berpikir bahwa itu hanyalah sebuah kebetulan. Herrscher lalu mengambil buku itu dan membaca paragraf di belakang cover tersebut. Kumpulan kalimat tersebut ternyata menceritakan pengalaman seorang tokoh cerita yang bernama Herrscher. Hal itu sangat mirip dengan apa yang telah terjadi di kehidupannya. Herrscher mulai membaca beberapa halaman dari buku itu secara acak. Dia tidak menyangka bahwa cerita tentang dirinya ternyata telah tertulis di jaman ini. Ia melihat kategori buku yang tercantum di atas rak terse
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Terpaksa Akad

Terpaksa Akad

Meninggalkan kopi panas yang masih terlihat utuh, serta roti selai yang hanya berkurang dua gigitan ** Tak banyak yang aku lakukan selain rebahan di kamar, sambil membaca beberapa koleksi buku di rak sudut ruang ini. Selera lelaki ini payah sekali, tak ada Novel roman ataupun Komix. Hampir sebagian besar rak ini terisi dengan buku sains, buku akutansi dan sejenisnya. Pantas saja ia kaku dan tak memiliki selera humor. “Non, ada tuan Rendra datang, ia ingin bertemu Nona Zi” terdengar suara dari balik pintu kamar.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Identitas yang Tersembunyi

Identitas yang Tersembunyi

Asap tipis mengepul dari cangkir teh yang baru saja diseduh oleh pemiliknya. Luiza berjalan santai ke ruang tengah seraya membawa cangkir teh tersebut dan membiarkannya hangat di atas meja. Sementara itu, dia pergi untuk mengambil sebuah buku dari rak besar di sudut ruangan. Waktu luangnya memang sering ia habiskan untuk membaca buku dan menambah pengetahuan baru. Alih-alih novel cinta, Luiza memilih buku filsafat sebagai cerita yang menarik.
45.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Gadis Rahasia Sang Pewaris

Gadis Rahasia Sang Pewaris

“Ajak saya, Indira. Nonton film romance sampai sepuluh jam sekali pun, saya siap.” Indira tertawa lagi, kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ingin membuat list berisi perbedaan antara dirinya dengan Edgar. “Sekarang giliran saya yang tanya,” kata Edgar sambil menatap Indira lekat-lekat. “Kamu lebih suka buku fiksi atau non fiksi.” “Fiksi,” jawab Indira tanpa ragu. “Saya suka non-fiksi. Jarang banget baca novel.”
1033.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai identitas buku non fiksi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status