Bercak Darah di Seprai Adikku
Imelda ingin protes tetapi tidak bisa, sampai akhirnya melampiaskan kekesalan dengan cara merebut Bima, lalu menjadi perempuan bayaran yang siap melayani siapa saja.
“Kamu di sini tidak salah, Vel. Imel memang orangnya terlalu berani. Buktinya kepada saya saja dia dengan beraninya menawarkan raga, bahkan dengan sengaja menghubungi saya dalam keadaan... ya, kamu tahu sendiri saat itu kan?”
“Iya, Pak!”
Sesaat suasana hening menyelimuti kamar rawat inap Imelda. Velly juga Bahrudin saling diam dalam pikiran masing-masing, dan hanya helaan napas mereka yang terdengar mengisi kesunyian.
Hot Chapters