Tawanan yang Menawan
Frandsciri perempuan sangenama bangsawan perempuanpemandangan indah tubuh wanitapatung wanita
“Ada apa, Indah?”
Indah menarik napas dalam. “Kau benar. Selama ini aku terpana pada kilau yang tidak pernah menjadi milikku.” Tangannya gemetar saat dia mengatakannya. “Aku terlalu sibuk mengejar bayangan, sampai tidak melihat matahari yang selalu menyinariku.”
Kuncoro diam, matanya menyelidik.
“Aku... aku ingin memberi kita kesempatan,” ucap Indah, suara semakin pelan namun jelas. “Jika kau masih mau.”
Beliebte Kapitel