Luka Perselingkuhan
Rasa-rasanya dia pernah berjumpa, tetapi entah di mana.
Dari balik pintu, Fatma juga memperhatikan sosok Iman. Sejak melihat pemuda tersebut di depan pintu, darahnya berdesir hebat, tetapi mampu ditutupi dengan baik. Wajah Iman tak asing baginya. Rasa-rasanya, dia juga pernah melihat pemuda itu. Tak mau ketahuan menguping, Fatma beranjak ke kamar, sementara otaknya masih mencoba menggali ingatan di mana pernah bertemu. Entah bagaimana mata si perempuan tertumbuk pada sebuah kotak di atas lemari kayu. Kembali jantung Fatma berdetak lebih kencang. Kabut mulai tersingkap di benaknya. Wajahnya seketika berubah pias. Dia menggeleng cepat dan menutup mulut agar pekiknya tak keluar. Gegas perempuan
Hot Chapters