Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan

Dikira Preman Suamiku Ternyata Sultan

Tanya Riana kembali memastikan. Beni mengangguk cepat, “lya, bukan hanya macan, tapi buaya juga di pelihara sama Pak Wijaya. Makanya hati-hati dalam bersikap, jangan sampai kamu di lempar ke kandang macan atau buaya milik Pak Wijaya!” Ungkapnya lagi. Riana tercengang. Ternyata keluarga pria yang ia inginkan itu begitu menyeramkan!
109.1K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
Menjadi Tawanan Mafia

Menjadi Tawanan Mafia

Tangannya memasuki danau tersebut, airnya sangat menyegarkan. “Hati-hati tanganmu, ada buaya di sini.” Selena dengan cepat menarik tangannya dan menatap ke arah Axel dengan tak percaya atas apa yang dikatakan Axel. Kelihatannya dia kaget karena tak diberitahu sejak awal tentang buaya. “Hahaha, dia hanya bercanda. Sejauh ini Ibu tidak pernah menemukan buaya di sini.” Sabrina tertawa geli melihat reaksi Selena yang tampak panik.
1067.5K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as ini dia si buaya
Read
+Library
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA

Perlahan, kandang mereka diturunkan ke dalam air tempat buaya raksasa berenang dengan tenang. "William, ini benar-benar gila!" Amelia berteriak dengan mata berbinar. William tertawa. "Ha-ha-ha. Tapi ini luar biasa, kan, Amel? Lihat betapa besarnya buaya itu," seru sang suami yang juga ikut takjub. Amelia mengangguk. "Aku tidak akan melupakan pengalaman ini seumur hidupku. Terima kasih sudah membawaku ke sini, Willy Sayang."
101.5K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

Tetapi, tidak akan mungkin Diana terbuai begitu saja dengan mulut buaya darat tersebut. “Ck! Buruan keluar sana!” usir Yudha dengan nada datar. Kedua wanita berusia 21 tahun tersebut kemudian keluar dari kamar bosnya. Tetapi, mereka tetap menunggu di depan pintu kamar dan takut saja kalau sampai buaya darat itu melakukan sesuatu yang tidak-tidak. “Mbak ikut aku sekarang!” ajak Yudha sambil menarik tangan kanan Diana supaya segera beranjak dari sana. Ada satu hal yang harus mereka lakukan saat ini.
9.9281.2K viewsCompletedAdded to Library 10.7K Times as ini dia si buaya
Show Reviews (32)
Read
+Library
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Read All Reviews
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Bukan tidak mau, tapi terpaksa tidak salat karena buaya putih itu terus mengawasinya. "Kamu nggak salat?" tanya Dyah. "Suatu hari akan aku kujelaskan. Sekarang aku tidak bisa bicara apapun!" Abi memberi kode dengan kedipan. Dyah dengan cepat menangkap kode dari Abi dan segera berlalu. Mila tahu, buaya putih itu pasti hadir kembali. Abi diikuti makhluk mengerikan itu setiap waktu. Sekali hempas pasti Abi akan terlempar jauh.
1076.4K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as ini dia si buaya
Read
+Library
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Lalu Indah mulai mengambil beberapa foto hewan reptil yang merip dengan kadal, namun berukuran besar yang sedang berebut makanan. Setelah puas melihat hewan reptil yang memiliki nama latin Varanus komodoensis, Indah dan ketiga sahabatnya melanjutkan petualangan mereka ke kandang hewan selanjutnya. Saat ini Indah dan ketiga sahabatnya sudah berada di kandang Buaya. Mereka berempat agak terlihat ketakutan dan ngeri saat melihat kumpulan Buaya yang sedang mengoyak-ngoyak beberapa ekor ayam sebagai makanan hewan reptil buas itu.
96.5K viewsOngoingAdded to Library 221 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Dengan tanpa rasa takut, dia berjalan mendekat ke danau yang luas yang tersebut. Ketika Giandra mulai mencelupkan kedua tangan, terasalah kesejukan mengalir ke dalam pori-porinya. Dia membasuh muka dan mengucek-ngucek matanya yang sudah letih karena berkuda seharian. Tiba-tiba di bagian tengah danau tampak seperti ada sesuatu yang bergerak-gerak dari bawah permukaan air. Giandra pun mengambil sikap waspada, dia siap mencabut pedang yang tergantung di punggungnya kalau mungkin itu adalah seekor buaya besar.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Iparku membuka suara, mencoba menghilangkan kecanggungan di antara kami. "Via, perlu kamu ketahui! Beberapa minggu lalu, Diana lakuin hal buruk sama Aulia, anaknya sendiri. Aa ge gak nyangka dia bisa lakuin hal sekeji itu sama anak sendiri, Aa bingung harus bilang apa sama ibu kamu."
104.9K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
DiSUKAI SILUMAN ULAR

DiSUKAI SILUMAN ULAR

tanya Bu Midah yang jadi terbangun karena mendengar teriakan Sari dan akibat mobil berhenti mendadak. Sari dan Hasan terpaku melihat ke jalan di depannya. Bu Midah juga ikut melihat ke depan dengan lebih mencondongkan tubuhnya. "Astaghfirullah, apa itu Sari?" Bu Midah melotot melihat ular besar di depan mobil mereka. Bu Midah dapat melihat dengan jelas kalau itu adalah seekor ular Sanca yang besar berwarna hijau. Namun dia bertanya pada Sari untuk memastikan, kalau penglihatannya tidaklah salah.
9.312.5K viewsCompletedAdded to Library 449 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
Negeri Tanpa Penghuni

Negeri Tanpa Penghuni

Samantha pun tidak memiliki ekor untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Alhasil ... "Arghh!!" Byurr, dia terjatuh ke dalam genangan air. Gadis itu sudah tahu apa yang menantinya di bawah permukaan air. "Akhh!" Si buaya senang karena kesabarannya menunggu ternyata membuahkan hasil. Mangsa langka yang bisa mengenyangkan perutnya benar-benar menghampiri tanpa harus bersusah payah memanjat pohon yang tinggi. Dia bukan biawak yang sanggup memanjat pohon tetapi kesabarannya menunggu adalah kekuatannya terbesar. Selain rahangnya yang kuat, tentu saja.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as ini dia si buaya
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status