Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

BRAK! Pintu-pintu besar aula dansa terhempas terbuka. Riuh percakapan mendadak lenyap, seolah disedot ke dalam keheningan yang tegang. Seorang perempuan berambut cokelat kusut menerobos masuk, wajahnya pucat dan dipenuhi keputusasaan. Yang membuat semua orang terpaku adalah kemunculan seorang bocah kecil di belakangnya. Wajah anak itu seolah cetakan sempurna Alessandro versi mini.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as into the darkness down
Read
+Library
Shadow on me

Shadow on me

Hanya suara pintu mobil yang ditutup pelan, seperti penghormatan terakhir kepada ketenangan. Aira memasang penutup kepala. Lana memimpin jalan, pistol diselipkan di balik jaketnya. Joel membawa tas hitam berisi hard drive dan baterai cadangan. Dante… hanya membawa senter dan kunci besi panjang yang sudah berkarat. Tangga menuju stasiun bawah tanah penuh debu dan serpihan beton. Cahaya dari langit semakin lenyap di belakang mereka saat mereka turun. Udara dingin menggigit, seperti napas masa lalu.
10928 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as into the darkness down
Read
+Library
Under His Darkness

Under His Darkness

Tanpa perlu perintah, pintu besi itu terbuka lebar, seperti gerbang gelap yang menelan cahaya, membawa Damian masuk lebih dalam, ke ruang yang tak tersentuh siapa-siapa. Begitu masuk, dia tak berhenti di sana. Langkahnya masih berlanjut ke arah pintu berlapis. Begitu pintu rahasia terbuka, tampaklah sebuah tangga sempit menurun ke bawah. Lampu neon pucat berganti dengan cahaya kuning redup. Musik dari lantai atas perlahan sirna, tergantikan keheningan yang lebih padat, lebih berat, seakan udara berubah menjadi jerat. Lorong itu berakhir pada pintu bercat hitam. Sekali lagi, pemeriksaan dilakukan. Bukan dengan kartu, bukan dengan kata, melainkan dengan wajah Damian sendiri.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as into the darkness down
Read
+Library
Tersembunyi di Balik Cahaya

Tersembunyi di Balik Cahaya

Singkatnya, dia adalah orang yang menyebalkan. Aku melirik jam di tangan kiri. Sudah pukul tujuh malam. Sudah waktunya tutup meskipun jumlah pengunjung yang datang cuma satu, itu pun Janice. Aku buru-buru mengambil handbag hitam tua, mematikan lampu, dan mengunci pintu. Aku mengusap lenganku beberapa kali sebelum memeluk tubuhku sendiri. Masih satu bulan lagi sebelum musim panas dan malam hari masih begitu dingin. Salahku karena tidak mengenakan pakaian yang lebih hangat.
734 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as into the darkness down
Read
+Library
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

** Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab di bawah kediaman Keluarga Clark, Lana Clark meringkuk di sudut dinding dengan luka yang sudah tidak segar lagi di beberapa bagian tubuhnya. Pencahayaan hampir tidak ada, tapi matanya sudah lama terbiasa dengan kegelapan tempat ini sampai gelap terasa lebih normal dari terang. Lalu suara itu sampai ke bawah. Menembus batu. Menembus jarak. Menembus kegelapan ruang bawah tanah yang sudah berhasil meredam hampir semua suara dari atas selama ini. Jernih seperti tidak ada yang cukup tebal untuk menghalanginya.
9.71.3M viewsOngoingAdded to Library 30.9K Times as into the darkness down
Show Reviews (79)
Read
+Library
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Read All Reviews
Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Bunga yang Tumbuh di Kegelapan

Kali ini dia pulang dalam keadaan mabuk. Dia terhuyung-huyung ke sudut ruangan, lalu mengangkatku dan membantingku ke atas ranjang. Detik berikutnya, dia menindihku. Dalam kondisi pusing karena dibanting keras, aku berusaha meronta. Namun, usahaku sia-sia dan justru membangkitkan amarahnya. Cahaya lampu yang redup memperlihatkan mata Kevin merah padam.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as into the darkness down
Read
+Library
My Husband's Secret

My Husband's Secret

Sementara, ada tenaga besar yang menarik tubuh kami untuk mendekat ke dalam lubang. “Mas tolong!” teriakku. Mas Gala tidak bersuara. Kulihat, kakinya mengacung ke belakang. Kaki itu hampir masuk ke kotak berlubang. Aku tidak bisa bertahan. Begitupun dengan Melica dan Mas Gala. Hingga tubuhku benar-benar tertarik, memasuki kotak berlubang yang gelap. Kamu tahu? Dalam sesaat, tubuhku seperti terjun dari ketinggian. Aku berada di ruang gelap tanpa arah.
1022.6K viewsCompletedAdded to Library 723 Times as into the darkness down
Read
+Library
My Light

My Light

Keberuntungan baginya, bisa menemukan—sekaligus menjadikannya tempat berlatih kecepatan. "Hah, amat melelahkan!" Masih berjalan mengitari lapangan, tatapannya tertuju sebentar pada langit. Ternyata, mulai gelap. Tebukti, sekumpulan anak kecil tadi sudah pergi—pulang. Arsen segera memasukkan ponsel dan timer miliknya ke dalam tas, kemudian menyampirkan.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as into the darkness down
Read
+Library
Dark Obsession

Dark Obsession

Playlist : In The End (feat. Fleurie) [Mellen Gi Remix] Produced by Tommee Profitt • ••• Terdengar suara berat napas Markus, ia melangkah gusar menapaki satu-persatu tangga bernada gelap dengan jaring-jaring besi yang menjadi pembatas, menuntun pria itu ke dalam ruang baja bawah laut. Salah satu private secret yang ada di 'Palm Island' miliknya. Ruang itu ada di balik ratusan sampanye, tempat ia menyimpan semua obsessinya selama berada di dalam Blindberg.
1049.9K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as into the darkness down
Read
+Library
Dark White

Dark White

Lampu-lampu yang tadi menyala juga sudah mati dan tinggal empat lampu kecil di tiap sudut ruangan yang hidup. Bella menelusuri setiap sisi tempat duduknya tadi, namun tidak menemukan ponselnya. Pencahayaan yang remang-remang juga membuat matanya yang tidak begitu bagus semakin buruk. “Mencari ini?” Sebuah suara datang dari arah pintu masuk. Bella mendongak dan menyipitkan matanya. Sebuah siluet hitam berjalan mendekat. Tangannya memegangi ponsel Bella.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as into the darkness down
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status