Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

Tidak ada emotikon; hanya kalimat yang bisa diarsip. Larut malam, Inez menyisir spreadsheet sekali lagi—mencari trik yang biasa dipakai untuk menyembunyikan baris. Ia mengubah latar, memindai font. Benar saja: ada row yang diformat font putih di latar putih, nyaris tak terlihat jika tidak dicari. Saat dipilih, kalimat itu muncul seperti tinta yang terkena air: “Voucher disposal per instruction L.” L—huruf yang sama yang muncul di polis ‘burn event’ sebagai inisial penerima manfaat.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Wanita yang merasa diabaikan semakin marah dan pergi begitu saja. “Daijoubu desu.”[7] Yuta yang merasa enggan mengambil tisu dan mengelap pakaiannya sendiri. Saat pria itu membatu Yuta mengelap pakaiannya, Laisa melihat tato yang tidak asing di bahu Yuta. Tato yang mirip huruf kapital ksi dalam alfabet Yunani. Yang juga terlihat sebagai lambang dalam game Invitasi. Pada detik ini semuanya masuk akal. Laisa telah mengawasi orang yang tepat.
9.910.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

begitu juga Angle Wing yang sedang asik makan dengan diiringi gelak tawa. Angle wing keluar dari area kantin namun , seseorang dari anggota Geng Diamond tidak sengaja menumpahkan Jus ke baju Alice. Alice melepaskan Earpone nya dan menatap tajam orang tersebut yang tak lain Vino manusia misterius. "Lo punya mata gak sih? Dimana lo taruh tuh mata!" tanya Alice dengan nada sedikit ngegas. Vino tidak menjawab, ia hendak pergi namun Gatha lebih dulu mencegatnya . "Mau kemana lo? Udah minta maaf belum?" tanya Gatha.
105.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
ESCAPE

ESCAPE

Untungnya juga, Villa yang ditinggali ia bersama dengan Kevin berada cukup jauh dari pemukiman warga, jadi jelas ia masih bisa bersembunyi tanpa ketahuan oleh siapapun. Baru saja sampai setengah jalan untuk pulang, Ranti mendapati Kevin yang tengah berlarian menuruni bukit dan menghampirinya. Dengan cekatan pula, pemuda itu menarik lengan Ranti untuk ikut melarikan diri dengannya lagi. Ranti yang tak sempat bertanya hanya menuruti saja, bahkan ia tidak sadar telah melewati Bian yang kebingungan menatap kearah mereka. Tak berada beberapa jauh dari tempatnya berdiri, Bian melihat jika ada beberapa orang berjaskan hitam seperti sedang mencari-cari akan sesuatu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

bisik Shena tajam, dia menyunggingkan smirk. Cup! Shena menyatukan bibir mereka, menghisap dengan kuat tidak memperdulikan Laura yang sudah memukul badannya beberapa kali. Dia tetap melanjutkan, setelah puas barulah Shena melepaskan tautan mereka, matanya menelusuri kembali wajah Laura. Lalu perhatiannya sepenuhnya terfokus pada tahi lalat yang tercetak di sana, conclear yang selalu menutupi tanda itu kini terhapus sebagian akibat ulah Shena. Tangannya menyentuh tahi lalat itu dengan lembut.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Evanescent

Evanescent

Kenapa mimpi itu tidak enyah dari pikirannya. Di luar kamar masih ada suara televisi yang menyala, mungkin rekan satu atapnya masih terjaga dengan menonton acara yang membosankan. Sarra enggan keluar kamar walaupun tenggorokannya terasa kering dan kebetulan gelas air di atas nakas juga sudah kosong karena sudah menghabiskannya. Sarra kembali berbaring di atas bantal, melihat sisi lain tempat tidurnya yang kosong, ia tidak ingin ada siapapun yang mengisi tempat itu karena dia hanya ingin sendiri.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Evanescent

Evanescent

tanyaku mempersingkat waktu. Sepertinya sekarang pun, Natasha makin lemas begitu tau putri tunggal nya tidak kunjung pulang. "Vodka? Striptis? Losmen?,"tanya Nacita membungkam bibir nya menatap kedua makhluk ababil tak tau diri. Gadis pirang itu terlalu polos dan muda dalam berpikir.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Identity

Identity

Take care] Ivy membubuhkan tanda pelukan di bawah pesan. Aku mengalihkan pesan menuju panggilan. Nama Vian terpampang di layar ponsel. Namun beberapa detik berselang, aku urung dan menekan tombol merah. Mungkin sebaiknya aku mengetahui lebih jauh siapa Sisilia. Tiittt!
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 349 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Vivian

Vivian

Ia tak dapat melihat apapun. Aglo masih belum mengerti. Ia terdiam, mengamati wajah Vivian. Tak mampu menahan, Vivian melebarkan mata dengan paksa dan meraih akar kering. Kemudian ia menghisap. Tak ada air didalamnya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai invisible character
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status