PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA
Dia memandang Sindurejo dengan tajam, seolah pandangannya mampu menembus pikiran Sindurejo.
“Hmm, orang yang licik, kamu pantas jadi anak buahku,” kata Samiri setelah mengamati wajah Sindurejo dengan saksama.
“Siapa kamu?” tanya Sindurejo dengan lemah.
“Aku? Ha-ha-ha, aku adalah yang awal dan yang akhir, orang menyebutku Samiri atau Samirah karena aku dilahirkan di sebuah tempat bernama Samirah, hanya itu yang perlu kau ketahui tentang diriku. Yang paling penting, apakah kamu bersedia jadi pengikutku?” tanya Samiri.
ตอนยอดนิยม