Istri Muda
Pemuda itu semakin mengeratkan pelukannya sedangkan Kiya yang pada awalnya tidak berani bergerak, kini mulai mengalungkan tanganya di dada Jae.
“Ya Tuhan, kenapa saya harus menyukai istri orang?” gumam Jae namun masih dapat didengar dengan jelas oleh Kiya. Wajah wanita itu semakin merona dengan hati berbunga-bunga. Entah siapa yang memulai, keduanya sudah saling berciuman, tanpa melepas pelukan. Aroma minta dari bibir Jae sangat disukai oleh Kiya hingga ia enggan mundur untuk melepas pagutan Jae.
“Maafkan saya, Mbak, saya ….”
Bab Populer