Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Biar aku yang buang ini nanti. Sekalian sama sampah-sampah lain.”
“Dibuang?!” pekik Adam, suaranya naik beberapa oktaf. “Joko, benda itu membunuh orang!”
Joko mengangguk seolah itu adalah informasi yang tidak terlalu penting. “Justru itu, Mas,” katanya, kini ia memasang wajah seolah sedang memberikan nasihat bijak. “Lagian, nggak baik pasang lukisan begini di kantor. Apalagi kita nggak tahu yang di dalam lukisan ini sudah meninggal atau belum. Pamali, Mas. Bisa bawa sial.”