Adinda
tanya Adinda dengan nada khawatir.
“Aku enggak pernah mabuk, Sayang. Ini hanya efek mengantuk karena semalaman enggak bisa tidur,” jawab Giyo diiringi dengan senyuman riang.
“Ayo sini, Dinda bantu masuk.”
Dengan sigap Adinda memapah pria yang sebenarnya memiliki tubuh jauh lebih besar darinya. Giyo tentu tak menolak tawaran menarik dari Adinda. Bahkan, ia malah menikmati momen itu dan dimanfaatkannya untuk menatap wajah Adinda dengan jarak yang sangat dekat. Sepanjang langkah hingga ia telah berhasil dibaringkan di ranjang. Pandangan mata Giyo tetap tertuju kepada wajah wanitanya.
Hot Chapters