Silakan Urus Sendiri Ibumu, Mas!
sapaku, sambil menghampiri mereka berdua.
"Amira, Azka, kapan kalian datang, Sayang?" tanya Ibu.
Aku bukannya menjawab pertanyaan Ibu, tetapi aku malah menangis dipelukannya. Keadaanku yang seperti ini, hingga membuat kedua orang tuaku kaget bukan kepalang. Mereka langsung begitu antusias bertanya, kenapa aku bisa menangis seperti ini.
"Nak, bicaralah, katakan kepada kami apa yang membuat kamu menangis?" tanya Bapak.