Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANGAN CINTAI DIA

JANGAN CINTAI DIA

Sembarangan saja kalau ibu bicara,’ ungkap Lean dalam benaknya. Ia masih dongkol atas penolakkannya yang tidak digubris. Ia tak lagi menganggap ibunya sedang menjodohkan dia, melainkan memaksanya untuk menikah. “Lean, kamu percaya sama pilihan ibu-” Deena tak menyerah untuk meyakinkan anaknya. “-mana mungkin ibu memilihkanmu calon yang buruk.” Pandangan Deena nampak percaya diri, ia merasa begitu puas akan bayangannya terhadap masa depan anaknya yang pasti akan cerah jika mengikuti perkataannya.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Kau Pilih

Wanita Yang Kau Pilih

“Kalau dia sibuk dan menolak bagaimana, aku pasti sakit hati lagi, mending nggak usah saja.” “Kalau takut sakit hati ya jangan jatuh cinta, coba saja dulu kalau dia memang nolak aku suruh kak Vano nganterin.” “Hah ngapain, nggak aku nggak mau.” “Makanya telepon suamimu.”
9.332.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Pilihannya

Aku Bukan Pilihannya

“Ini salahku… aku….” Suaranya teredam di telapak tangan, dengan nada sengau yang berat. Sebenarnya aku tahu betul, sekalipun dia tahu diriku sedang hamil saat itu, dia tetap tidak akan memilih menyelamatkanku lebih dulu. Leo dengan tenang menyelipkan rambutku yang terurai ke belakang telinga. Gerakannya lembut, seolah sedang menyentuh sesuatu yang rapuh dan berharga.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Manalah ku tahu datang hari ini Hari di mana ku melihat dia Yang tak aku bidik, yang tak aku cari Duga benih patah hati lagi, tahu begini Jika Bisa memilih tak bertemu mu pasti Itu yang kupilih Jika Bisa kuhindari garis interaksi Itu yang kupilih Seiring deraian kata-kata mengalir, Zea ingin dirinya tahu, bahwa ia memang sudah harus melepaskan. Bahwa ia hanya perlu menghargai apa yang pernah ada, tanpa mengulanginya. Zea menyanyi tanpa air mata. Suaranya jernih, stabil, seolah ia benar-benar sudah sampai pada titik itu.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Mantanku Minta Aku Jangan Tinggalkan Dia

Mantanku Minta Aku Jangan Tinggalkan Dia

“Selama sembilan tahun ini kami ....” Namun, Darren malah menciumku dengan lembut dan berkata, “Aku suka kamu yang sekarang, masa lalu biarkan jadi masa lalu. Kamu nggak perlu mengingat kenangan buruk karena sampah itu, Alia. Sekarang kita jalanin hidup kita dengan baik.”
14.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Bukan cinta pilihan

Bukan cinta pilihan

Tapi karena perasaan yang tidak bisa ia beri nama. Jarinya bergerak pelan, menyentuh cincin tipis yang melingkar di jari manisnya. Cincin itu ringan, nyaris tak terasa. Tapi di benaknya, ia seberat janji yang tak diucapkan. Seperti beban halus yang belum ia pahami maknanya. Ia bertanya-tanya... apakah ini benar? Apakah ini keputusan yang bisa ia percayai? Atau hanya bentuk pengorbanan diam-diam demi menyenangkan hati orang tuanya?
624 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

"Kau tahu berapa banyak cowok di sekolah yang mengejarnya? Dia yang memilihmu, bukan kau yang memilihnya." "Dia sebenarnya punya banyak kesempatan untuk pergi dari kau dan hidup lebih baik, tapi dia selalu menolak." "Untungnya, kau cukup murahan, dan dia juga akhirnya sadar." Mendengar setiap kata yang diucapkan Valen, Aidan akhirnya mulai sadar. Selama ini, keberadaanku bukanlah untuk menjadi hiasan di sampingnya, apalagi mainan di tempat tidurnya yang tak punya perasaan dan pikiran.
10.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Aku Hamil Anak Musuhku

Aku Hamil Anak Musuhku

“Kau tidak perlu berkata apa-apa. Yang penting kau sadar, dan kau harus menghadapi konsekuensi dari pilihanmu sendiri.” “Konsekuensi? Kau menyebut ini… pilihanku?” Diana membentak, suara penuh emosi, antara syok dan kemarahan. Tubuhnya ingin menjauh, tapi kakinya terasa berat, hampir menempel ke lantai. “Aku tidak pernah memilih ini! Kau yang… kau yang memaksa…”
524 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai jangan kau pilih dia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status