ISTRI GENDUTKU BERUBAH CANTIK
Aku juga cantik sebetulnya, hanya saja selera makanku sangat tinggi.
Ketika stres, makan jadi obatku. Pun ketika senang, makanan enak jadi simbol perayaanku. Jadilah, bobotku kini mencapai ratusan kilo, persis sapi kualitas unggul yang siap disembelih.
“Kamu lupa kalau kami tidak makan malam, Mas?” Jenar berkata lembut sembari tersenyum.
Namun dari lirikan matanya yang mengarah sinis padaku, aku tahu sebentar lagi dia akan menjatuhkan sindirannya.
Bab Populer