Janji Mas Ali
Untuk pertama kalinya sejak tadi, ia melihat luka yang begitu nyata di mata Ali—luka karena cemburu, kecewa, dan cinta yang hancur dalam waktu bersamaan.
"Apa yang dijanjikan bapakku sampai kamu rela menyerahkan dirimu pada laki-laki tua itu, hah?” suara Ali bergetar penuh emosi. Ia melangkah semakin dekat. Tatapannya tajam, penuh amarah sekaligus rasa sakit yang sulit disembunyikan.
Lastri mundur perlahan hingga punggungnya kembali menyentuh dinding bambu warung.