Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Gila Karena Mertua

Mendadak Gila Karena Mertua

"Om Damar, Sayang. Nama Om baik ini, Om Damar. Ayo salim dulu sama Om Damar." Kia berlari kecil menghampiri Damar dan Damar dengan senang hati menangkap tubuh kecil Kia untuk ia gendong setelah Kia mencium punggung tangannya. "Memangnya Mas Damar gak kerja hari ini?"
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Ah, Jangan Kakak Ipar

Ah, Jangan Kakak Ipar

Tuut… tuut… Tak ada jawaban. Damar menggertakkan giginya. “Jawab, Bar … jawab,” desisnya. Begitu tersambung, Damar tidak memberi kesempatan Bara untuk memulai pembicaraan. “BARA!” panggil Damar, suaranya rendah, seakan menyimpan banyak ancaman di dalamnya. “Kamu kenapa bisa setega itu?” Bara sempat terkejut di seberag sana, ia menjauhkan ponselnya, membaca ulang nama yang tertera di layar. “Mas? Maksud Mas apa—”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

tanya Mahesa dari seberang sana. “Sudah baru saja, kami masih di jalan,” jawab Damaira. “Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan ya, sampai ketemu hari Jumat, Sayang. Aku sudah tidak sabar ingin segera ijab qobul,” kata Mahesa. Damaira tertawa pelan. “Jangan lupa hafalkan dulu kalimat ijab qobulnya,” goda Damaira. “Sudah dong, aku sudah ingat di luar kepala.”
9.965.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
DENDAM ISTRI TARUHAN

DENDAM ISTRI TARUHAN

salam Levi tak menjawab pertanyaan Nina. "Waalaikumsalam." Salam tersebut terpaksa dijawab karena merupakan kalam tuhan yang mereka anut. Levi mengelus perut Nina kemudian menciumnya dengan lembut. Bibir lelaki itu bergerak mengeluarkan suara, "Papa pulang Sayang. Bagaimana harimu? Tidak bikin Mama capek kan?"
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 603 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
As You Wish

As You Wish

Ujar Hwan. “Eoh, enak ?.” “Ne, enak sekali.” “Chagiya, kau harus selalu percaya padaku, oke ?, au tidak pernah menipu karena aku mencintaimu, kau mengerti ?.” “Eoh, aku selalu mempercayaimu.” So Dam memeras melipat baju kotor sambil mengernyit. “Kenapa daepyonim selalu bilang begitu saat menelpon biseonim ?,”Gumamnya.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Atasan Dingin Itu Cinta Pertamaku

Atasan Dingin Itu Cinta Pertamaku

Arga tersenyum, tatapannya pada Kenanga menunjukkan kekhawatiran. “Jadi, ada hal yang terjadi? Mau cerita?” Sania merangkul Kenanga dengan hangat. Sedikit ragu, namun akhirnya Kenanga menceritakannya pada kedua sahabatnya itu. “Damdam … setelah sekian lama, akhirnya aku kembali bertemu dengannya. Tapi, sikapnya aneh. Dia seakan tak mengenaliku,” ucapnya sendu. “Wait, jadi, Damdam yang pernah kamu ceritakan itu Pak Damar? Teman SMA kalian dulu?” Sania terkejut mendengarnya. Ia mencoba mencerna cerita Kenanga.
10212 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Kalau bayangan itu bukan milikmu... siapa yang kau maksud ‘lebih berbahaya’ tadi?” Arga terdiam sejenak, lalu berkata dengan suara rendah, “Seseorang yang dulu hampir menghancurkan dunia ini. Bayangan milik Ki Darma.” Ratna menatapnya tak percaya. “Ki Darma? Guru besar perguruan selatan yang sudah hilang bertahun-tahun?” Arga mengangguk pelan. “Dia tidak hilang. Dia disegel.” Ratna berhenti melangkah. “Kau bercanda, kan?”
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

kata Tia. "Kamu kejam banget sih, nggak takut kualat apa?" tanya Amalia. "Dulu aja mereka menghina aku terus salah siapa aku sekarang dendam sama dia." kata Tia. "Ada apa ini ngobrol disini?" tanya Ardan. Karena melihat Ulum lewat Tia menggoda Ardan. "Ngobrolin Ardan sayang lah," kata Tia tersenyum.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris

Dendam Sang Pewaris

Setelah beberapa jam mencari, ia menemukan petunjuk bahwa pria itu kini bekerja di sebuah bengkel kecil di pinggiran kota. "Aku akan menemui seseorang," kata Anisa tiba-tiba, membuat Dimas terkejut. "Dia bisa membantu kita." "Siapa?" tanya Dimas dengan curiga. "Satria. Mantan anggota Umbra. Dia tahu banyak tentang mereka, dan aku yakin dia punya alasan untuk membalas dendam." Dimas menggeleng pelan. "Ini terlalu berisiko, Anisa. Kau tidak tahu apakah dia bisa dipercaya."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

Si kaki tangan, terdiam sejenak saat mempertimbangkan apa yang harus dikatakan untuk menjawab pertanyaan Sang Tuan. "Aku tidak yakin Tuan," jawab si kaki tangan jujur. Teori akan berbeda dengan saat praktek, itu yang selama ini diyakini. Jadi, kemampuan Alula atau Anna Lee belumlah cukup untuk membalas dendam walaupun dengan kebencian yang membakar jiwa.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai jawaban dari kumaha damang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status