Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

*** “Ayam gorengnya dong, Dek.” Jenar mengambilkan ayam goreng untuk sang suami. “Nasinya tambah lagi sekalian itu sambel sama cah kangkungnya.” Azzam hanya menatap tingkah Azmi dengan wajah datar sedangkan Abah malah terkekeh. Sementara Caca dan Umi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Azmi yang manja banget sama sang istri.
9.926.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai jengger ayam pria
Tampilkan Ulasan (14)
Baca
+Pustaka
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Baca Semua Ulasan
Mendadak Miskin

Mendadak Miskin

Tenggorokannya mendadak terasa kering. ​Tak berhenti di situ, Rafa beralih pada bungkusan kedua di sampingnya. Ia mengeluarkan sebuah keranjang anyaman bambu yang berisi seekor ayam jantan bertubuh tegap, berbulu mengkilap, dan harganya sangat mahal di pasaran. ​Joko, yang memang dikenal hobi mengoleksi dan merawat ayam hias, seketika matanya tak berkedip menatap ayam jantan yang dibawa Rafa.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

From Anggara Dolken : Ogah gue! From Anggara Dolken : Gue bosnya, bukan lo. From Anggara Dolken : Nego, kan? From Anggara Dolken : Enggak terima negosiasi gue. From Anggara Dolken : Ini bukan obral pasar swalayan. From Rexi Alexa : Terserah lo, Anjing! From Rexi Alexa : Sekalian aja pecat gue, Dajjal!
9.77.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Terjerat Pria Masa Lalu

Terjerat Pria Masa Lalu

"Ngos-ngosan banget habis lari, nyawa kayak tinggal separuh.” “Efek kurang olah raga ya, Pak?” cibir Alisha menyindir. “Aku rajin olah raga kok, kalau inget aja sih,” bela Arya lantas terkekeh sendiri. “Ayah aja yang kelebihan energi kayaknya.” “Mungkin, Mas lupa kalau selain pensiunan guru olah raga, ayah juga pelatih kempo. Wajar kalau energinya ada aja.”
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Dia diam-diam menebak siapa orang di hadapannya dan apa tujuannya. “Kenapa kalau iya?” dengus pria bertopeng raja neraka hitam. Tubuhnya langsung memancarkan aura yang kuat untuk menekan Ashton. “Alam Rigana!” Ashton langsung terkejut dan menyadari bahwa orang di hadapannya adalah petarung Alam Rigana. Meskipun Keluarga Sugondo merupakan salah satu keluarga terhormat di Jenggala, basis kultivasi tertinggi dari generasi tua keluarga mereka hanya mencapai Semi Alam Rigana.
8.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112.4K kali sebagai jengger ayam pria
Tampilkan Ulasan (1547)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Jerat Gairah Lelaki Penguasa

Jerat Gairah Lelaki Penguasa

ejek Lingga, yang baru saja keluar kamar mandi. Intan menoleh ke arah Lingga, tanpa sadar langsung menutup matanya. "Bapaak! Kenapa keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk saja?" jerit Intan. Lingga memperhatikan tubuhnya sendiri di kaca kamar itu. "Hei! Tidak perlu menjerit seperti itu! Memangnya apa salahnya? Saya ini pria, jadi ini hal wajar saja. Lain lagi kalau kamu yang seperti ini. Dasar aneh! Apa kamu tidak pernah melihat badan pria lain sebelumnya?"
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

“Hiaaat!” Sebagai seorang pemuda yang juga memiliki modal ilmu olah kanuragan, Anger Jogo juga unjuk kelelakiannya. Kelelakian yang dimaksud adalah sifat, bukan alat reproduksi atau perkakas untuk buat anak. Bak! Anger Jogo melompat dan menerjang dada Jumadi dengan tendangan kerasnya. Jumadi terdorong keras, lalu jatuh berguling-guling.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Lelaki Idaman

Lelaki Idaman

Dia adalah bukti dari Tuhan kalau tidak semua lelaki berkelakuan buruk seperti Adi. Jujur, aku sangat suka lelaki yang selalu memegang teguh apa yang telah dia ucapkan. Saat dia berkata A dia akan selalu berkata A tidak pernah berubah ke B apalagi melenceng ke C. Haris tipe pria yang bertanggung jawab dengan ucapannya, aku suka.
106.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

“Berhenti!!!” Jaka menghentikan langkahnya dengan ragu-ragu. Dia meihat kedatangan dua orang pengawal berbadan kekar yang berjalan ke arahnya dan juga kakek di sampingnya. “Jualan apa kalian?” tanya para pengawal dengan wajah mengintimidasi. “Saya jualan ayam potong, Pak. Ini ayam hutan,” jawab sang kakek terlebih dahulu.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 362 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Hangatnya daging burung pegar panggang masih terasa menembus lapisan kertas tipis itu, menghangatkan telapak tangannya di tengah dinginnya musim dingin siang ini. Baru beberapa langkah keluar mencari Jenderal Shang, langkahnya perlahan melambat, karena di hadapannya banyak prajurit berbaris mengantre di depan dapur lapangan. Satu per satu maju menerima semangkuk bubur encer yang bahkan dari jauh pun tampak nyaris tanpa isi. Ada yang berdiri tegap, tubuh masih kuat. Ada pula yang berjalan tertatih dengan perban melilit lengan, bahu, bahkan kepala.
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 828 kali sebagai jengger ayam pria
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status