Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Handa

Handa

"Hanin! Kamu adalah seorang perencana yang buruk, kamu merencanakan sebuah permainan tanpa membuat rule yang jelas, kamu membuat permainan tanpa mengetahui lawanmu siapa." Hanin tak bisa menyangkal kebenaran dari apa yang baru saja Asta ucapkan. Dia terlalu jumawa, Satria tak akan berpaling darinya, dia terlalu meremehkan Handa yang selalu berpenampilan apa adanya. "Tak perlu bertanya apa yang membuat Satria begitu mudah perpaling darimu," sambung Asta dengan tatapan yang sedikit mengejek. "Handa itu adikmu, otomatis dia lebih muda dari dirimu."
1034.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as jester banban
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

jawabku pelan, dia mengecup keningku sebelum pergi. Tiga puluh menit kemudian, Miftah kembali dengan membawakan 2 bungkus bakso, dan juga tespek untukku. "Kamu makan dulu, habis itu pake ini. Kata Mbaknya tadi, kamu tinggal tampung sedikit pipismu, habis itu celupin ini ke pipismu itu, tunggu 1 menit, habis itu lihat hasilnya." Katanya, sambil menyodorkan mangkuk berisi satu buah plastik bakso dan juga alat tes kehamilan bertuliskan 'AKURAT'.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 235 Times as jester banban
Read
+Library
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Tapi, gak bisakah dia manggil aku dengan sebutan nama aja? "Idih, nge fans?! Sorry ya! Kamu bukan level aku! Emangnya kamu ini siapa? Artis? Kamu selebritis? Atau, kamu mantannya artis? Duh, ngarep! Janda narsis sih, iya!" kata si Jumi yang berucap begitu menggebu gebu.
4.5K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as jester banban
Read
+Library
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

Semoga Tuhan membalas kebaikan, Oppa. Membaca pesan Zahra Ji Hun tertawa, dia pun lantas membalas kembali. Ji Hun [Apa kamu tidak ingin membalasnya? Dengan menjadi istriku mungkin?] langsung centang biru. [Lupakan aku hanya becanda. Seperti kataku, jangan terlalu dipikirkan. See you soon, Angel.] Zahra menatap pesan Ji Hun, dia tahu lelaki itu memilih mengakhiri percakapan. Balasan singkat pun Zahra kirimkan.
1034.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as jester banban
Read
+Library
Jerat Pembantu Tuan Abizar

Jerat Pembantu Tuan Abizar

“Tuan Izar! Tuan! Tuan! Tuan Izar! Tuan!” Di luar halaman, Abizar yang ngebut tidak sengaja menabrak pagar rumah Omar yang kokoh. Lelaki itu meninju-ninju jeruji pagar rumah, karena tak ada satpam yang berjaga tidak ada yang membukakan gerbang untuk Abizar. Abizar nekat memanjat, lalu meloncat turun. Wajahnya keras saat dari luar di dalam rumah terdengar suara familier yang terisak kencang memanggil namanya, wanita itu menolak dibawa pergi. “Tuan! Tuan Izar! Tuan!”
109.7K viewsOngoingAdded to Library 348 Times as jester banban
Read
+Library
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

tanya Wingston sembari mengerutkan keningnya. Albert menatap tajam ke arah Aslan yang dengan santainya meneguk minuman pemberian Wingston. "Sedang apa Aslan di sini?" tanya Albert. Wingston mengalihkan pandangannya menatap Aslan, ia pun tersenyum santai. "Ah, dia sedang menemani Ayah minum ramuan yang Ayah namai Jiskey ini. Ayah mau Aslan mencobanya terlebih dahulu."
103.5K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as jester banban
Read
+Library
Falling for the Mafia’s Embrace

Falling for the Mafia’s Embrace

"Akan sangat berbahaya kalau sampai dia tahu. Sebaiknya biarkan seperti ini lebih dulu... sampai aku menyelesaikan masalah." Jester menyeringai. Seringai itu tidak ramah. Bukan senyum. Itu adalah ekspresi seorang pria yang melihat sesuatu yang lucu sekaligus mengkhawatirkan. "Kau sudah hampir satu bulan bersama gadis itu, Daniel." Jester berhenti sebentar, memberi waktu pada kata-katanya untuk meresap. Matanya tidak lepas dari wajah Daniel.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as jester banban
Read
+Library
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as jester banban
Read
+Library
Budak Kesayangan Sang Tiran

Budak Kesayangan Sang Tiran

“Janji.” ***
105.2K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as jester banban
Read
+Library
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

jawabku membuat Bapak menepuk pipiku pelan. Namaku Gilang. Umurku 17 tahun sekarang ini. Bapak dan Mamak bilang, aku ini anak istimewa. Sejak lahir aku sudah sangat istimewa karena keberadaanku di muka bumi ini akhirnya diakui semua makhluk bumi. Dari yang napak kakinya, sampai yang tak napak kakinya. Dari yang lubang hidungnya dua sampai yang tak ada hidungnya. Ya, aku istimewa karena memiliki indra ke-6 yang kadang membuatku bisa melihat sesuatu di luar penglihatan manusia biasa.
4.2K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as jester banban
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status