Jiwa yang Berbeda
Dengan gerakan seringan bulu, ia menggerakkan jari telunjuknya, menelusuri wajah Adrian, mulai dari kening, bulu mata yang lentik, hidung mancung, garis rahang yang tegas, lalu melingkari bibir simetris yang sedikit tebal.
Eksplorasinya berlanjut hingga ke jakun suaminya. Namun, saat jari Yasmin merasakan getaran jakun yang bergerak naik-turun, ia tersadar bahwa ia sedang bermain api. Baru saja ia hendak menarik tangannya, sebuah telapak tangan yang jauh lebih besar menangkap jemarinya dengan gerakan kilat.
Yasmin mematung. Mata Adrian terbuka, menatapnya dengan binar jenaka sekaligus intens yang membuat pipi Yasmin seketika merona sehebat senja.
Bab Populer