Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH

LEBIH BAIK KITA BERPISAH 4 Allah, aku pernah salah dalam melangkah, membiarkan virus merah jambu itu menyerang dan melumpuhkan diriku terlalu lama, terlalu dalam. Padahal aku tahu bahwa itu dosa. Maka, aku ikhlas menerima peringatan dari-Mu berupa rasa sakit ini. Tapi, jika aku masih boleh meminta, izinkan aku bertemu pengganti dia. Seseorang yang benar-benar baik dan mau menjagaku seperti keinginan Mama. Seseorang yang mau menjaga diri dan kehormatannya sendiri hingga waktunya tiba dan halal bagi kami untuk bersentuhan.
1045.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

Mulai Hari Ini, Kita Takkan Bertemu Lagi

“Farah ....” “Jangan memanggilku.” Aku mundur selangkah. “Diriku tidak membencimu, tetapi aku juga tidak akan memaafkanmu.” “Ada hal-hal yang sekali terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Ada orang-orang yang sekali pergi, tidak akan pernah kembali lagi.” “Kamu pulang saja dan makan sendiri kastanye itu. Aku sudah tidak menyukainya lagi.”
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

“Gadis baik, bertahanlah sebisamu kuat untuk bertahan. Kamu akan tetap menunggukukan? Kita hanya terpisah jarak dan tunggulah aku pulang. “Aku akan menunggumu kak. Dan akan kuat bertahan. Yang aku ragukan apakah kamu juga akan bertahan? Aku takut di sana kamu akan menemukan seseorang kemudian meninggalkanku, mencampakkanku lambat laun melupakanku.” “Jangan berpikiran aneh.” “Ini tidak aneh, itu bisa saja terjadi. Apakah kita harus mengakhiri semuanya sekarang?”
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Kakak,” terdengar nada kecewa di sana. “Ya, Sayang. Kamu belajar mandiri, ya. Jangan menggantungkan Kakak terus. Kalau tidak bisa belajar sendiri kamu kan, bisa ngajak teman-temanmu untuk belajar kelompok,” sahut Ifa dengan senyum terkembang. “Oya, kamu nelpon dari mana pagi-pagi begini?“ Tak heran Ifa bertanya seperti itu karena setahunya di rumahnya tidak ada pesawat telepon. “Dari wartel, ya? Sama siapa?“
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Happy Reading ***** "Makanya, kalau jalan pake mata. Segede gini masak nggak terlihat," ucap lelaki yang tak lain adalah Cakra. Bola matanya hampir keluar ketika berkata. Sungguh, lelaki itu tidak pernah berharap akan bertemu dengan perempuan jutek yang selalu membuat emosinya naik. Namun, entah mengapa, semesta senantiasa mempertemukan mereka berdua.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Bagaimana kalau Jingga hamil, lalu tiba-tiba ditinggal? Ngeri. Iya, kan? “Beli pil KB aja nggak sih, Jin?” usul Kayla dengan suara direndahkan. “Atau kita ke dokter kandungan buat konsultasi. Tanya KB yang aman buat kamu.” “Emangnya ada yang aman?” Jingga mengernyit. “Aku kan belum pernah KB.” Lalu keduanya berseru, “Mbak Sena!”
1066.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU

OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU

tanya Ica gagal paham. “Yang penting kamu tidak naik motor sendiri kan, itu bisa diatur.” Ica masih belum mengerti. “Mas mau gantikan bapak antar jemput aku?” “Kita lihat saja nanti.” Ica sama sekali tak tahu arti kita lihat saja nanti yang dimaksud Saka. Pria itu sudah berdiri dan menemui bapak lalu dengan telinganya sendiri Ica mendengar. “Besok Ica setuju ikut dengan saya. Tenang saja. Nanti kalau Ica kangen, bisa datang ke sini kapan saja.”
7.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Istri Pura-Pura Direktur Kejam

Istri Pura-Pura Direktur Kejam

“Anak siapa?” “Anak kita.” Kirana mengernyit. Ia melirik Dzaka yang seakan mencari tempat nyaman di antara bahu dan leher Kirana. Kirana dapat merasakan embusan napasnya terasa hangat. “Kan belum ada lagi,” ucap Kirana dengan polosnya. “Nanti akan ada di sini.” Dzaka mengusap perut datar Kirana. “Kita kan bikinnya intens. Yang pertama aja, gak terlalu intens tetap jadi. Apalagi sekarang.”
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

“Ini reaksi.” “Terhadap apa?” “Terhadap kebiasaan yang kita bongkar,” kata Jaka. “Ruang lama kehilangan fungsi. Tapi belum menemukan yang baru.” “Kita perlu memanggil Rangga,” desah kepala desa. Jaka menatap retakan itu lama. “Kalau kita memanggilnya sekarang, kita mengajarkan satu hal yang salah.” “Apa?” “Bahwa ketika sulit, kita menyerahkan lagi.”
648 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

Ibu, Jangan Tinggalkan Kami

"Mbak Sinar, apa surga masih di telapak kaki Ibu kita?" "Apa maksudmu, Randu?" Aku balik bertanya. "Karena aku nggak akan pernah memaafkan Ibu, Mbak ...."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai jika kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status