CEO Galak, Cintai Aku!
“Bukankah gue udah seperti permaisuri, Ngga? Dulu, gue galau setengah mampus karena perasaan cinta gue yang sepihak untuk Senja. Mana susah banget pula runtuhin dinding esnya. Sekarang, orangnya bucin setengah mampus ke gue. Hidup emang nggak pernah bisa ditebak.”
Jingga tersenyum geli ketika mendengar Mentari tertawa. Dia menggeleng dan menarik napas panjang, kemudian menaruh piring berisi buah-buahan di atas meja di samping ranjang. “Itu jodoh namanya. Coba gue juga kayak lo gini. Tiba-tiba aja gitu, kak Gerhana jadi bucin sama gue. Aduh, berasa di surga, deh.”
Hot Chapters