Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

"Terima kasih, Mahaguru." "Panggil saja Ki Joko. Ki Arya Saloka merupakan kawanku." "Baik, Ki Joko." Surya Yudha cukup kesulitan saat berdiri karena terlalu lama berlutut yang menyebabkan kakinya menjadi mati rasa. 'Ternyata tidak memiliki tenaga dalam sungguh merepotkan. Baru berlutut beberapa jam kakiku sudah lemas. Bagaimana jika aku mendapat hukuman untuk berlutut hingga berhari-hari?'
928.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 991 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
DUKUN 99

DUKUN 99

Dari utara ke selatan Terdengar pujian bagi Allah Dari barat sampai ke timur Nama Yesus disanjung tinggi Dari pulau-pulau, lembah-lembah Gunung-gunung yang tinggi, Kemuliaan-Nya disaksikan Kebesaran-Nya dic'ritakan, Yesus, Yesus, nama Yesus Nama Yesus disanjung tinggi Dari pulau-pulau, lembah-lembah Gunung-gunung yang tinggi Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Allahku dahsyat berkuasa S'luruh bumi sujud menyembah, tinggikan nama-Mu Kemuliaan-Nya disaksikan Kebesaran-Nya dic'ritakan Yesus, Yesus, nama Yesus Nama Yesus disanjung tinggi Dari pulau-pulau, lembah-lembah
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

"Sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan, bener lawase pitung bengi parak esuk bener ilange. Bethara surya njumedhul bebarengan sing wis mungkur prihatine manungsa le;antur-lantur, iku tandane putra Bethara Indra wus katon tumengka ing arcapada ambebantu wong Jawa Dununange ana sikil redi Lawu sisih wetan wetane bengawan banyu." Kang Arya menutup kutipannya. "Serat Jayabaya?" Joko bergumam. Joko lalu berinisiatif ikut membuka gawainya, mencari artinya dalam bahasa Indonesia.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Happy Reading ***** "Tarik napas dalam-dalam. Tenangkan hati dan pikiran menghadapi mereka. Aku ada untukmu," kata Ismoyo memberi semangat. Yanti mengikuti instruksi si bos, mengembuskan napas dalam-dalam dan mulai melangkah. Berniat menyalami raja dan ratu sehari, Ismoyo berjalan santai di sebelah karyawannya. Tangan kiri si lelaki masih setia menggenggam.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

W*’ala alihi washohbihi wasallim. Itu adalah sholawat yang selalu berkumandang setelah adzan Isya’. Semua santri yang adzan diwajibkan menggunakan sholawat itu untuk pujian Isya’. Berbeda dengan Shubuh, pujian yang digunakan yaitu Doa Abu Nawas, yang katanya untuk merayu Tuhan.
8.910.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Jerat sang Mantan

Jerat sang Mantan

Sam tertawa terbahak-bahak melihat Bowo yang berusaha menirukan gaya Sam ketika masih sering wara-wiri di panggung jaman kuliah dulu. “Itu sih berlebihan! Haha,” Kata Sam menyangkal. Binar yang sedang berjalan melintas sejenak berhenti. Emangnya Mas Jomblo bisa nyanyi?” Tanya Binar pada Prima dan Bowo. "Hahaha!! Mas Jombloooo!” Prima dan Bowo tertawa lepas sembari saling memegangi bahu mendengar sebutan Binar pada Sam. “Bocah bawel ah..” Ujar Sam mendelik pada Binar yang ikut tersenyum sembari menutupi mulutnya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Tuan Egois Dan Putri Kertas

Tuan Egois Dan Putri Kertas

“Kita… A2… Tak ‘kan menyerah dan lari Kita ‘kan menang dan jadi juara Bersiaplah menyambut kami Menarilah karena kita juara Bernyanyilah karena kita bersama Bersyukurlah untuk hidup yang baru Kita semua bersatu A2… A2… Yoo let’s go! A2… A2… Yoo let’s go!”
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Salju Jatuh Mengucap Cinta

Salju Jatuh Mengucap Cinta

Para tamu tertawa, namun suara lantang dan tegas dari Jeremy memecah suasana. "Aku keberatan!" Dia sudah berdiri di atas panggung, tepat di hadapan Naomi. "Pak-Pak Jeremy ...?" Daren yang baru kembali dari luar negeri, memang pernah mendengar nama besar Keluarga Zerti. Namun, kini dia tampak kebingungan. Jeremy tidak meliriknya sedikit pun. Pandangannya hanya tertuju pada wajah Naomi, suaranya melembut saat berkata, "Nancy, bukan, Naomi. Ikutlah denganku. Aku mencintaimu."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Istri Badas VS Pelakor Keji

Istri Badas VS Pelakor Keji

[Sugeng dalu merupakan bahasa Jawa yang artinya selamat malam] Aku melirik ke arah Titik. Dia tampak melunak. "Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," salamku lengkap. Perbedaanku dengan makhluk halus adalah salam. Manusia bisa mengucapkan salam dari Tuhan secara lengkap, sedangkan mereka terputus di satu kata. "Kula Toporejo, Danyang ten mriki. Monggo kula aturi sekedap." Pria itu yang memperkenalkan diri sebagai penguasa di hutan ini, mempersilakan aku untuk mengikutinya.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Joko sudah menunggu di tengah, tubuh besarnya berkilau dengan tato-tato yang berpendar, mata menyala dengan energi petir yang mengalir di nadinya. Mereka bertemu di tengah. Wasit, orang yang sama, berdiri di antara mereka. "Aturan sama seperti kemarin," jelasnya. "Mengerti?" Keduanya mengangguk. Wasit pun mundur. "Mulai!" Joko tidak membuang waktu, ia menghentakkan kaki ke tanah, energi petir meledak keluar. "GELOMBANG GUNTUR!" Suara menggelegar memenuhi arena, tidak hanya suara biasa, tapi gelombang spiritual yang menghantam seperti palu raksasa. Cakra terpental mundur, telinganya berdenging, keseimbangannya goyah.
10835 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai joko tingkir lirik sholawat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status