Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Under The Blue Light

Under The Blue Light

Sebagai seorang perantauan di negeri orang, aku pernah mengalami apa yang pernah dialaminya. ..... Tiga jam sebelumnya. Kamis ini, tepatnya pada pukul tujuh lewat lima belas menit, aku sudah menunggu bus di depan halte dengan secangkir cokelat hangat. Tujuanku adalah Gedung XX untuk menyelesaikan tahapam terakhir dari proyek 'Eve and Lilith'. Masih dua puluh menit lagi sampai bus tujuanku datang. Aku masih memiliki waktu untuk bersantai, sekedar duduk sambil menghirup udara segar dan mendengarkan musik di ponselku.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
Under The Skies of Yokohama

Under The Skies of Yokohama

Miyu memberi usul setelah ia, Kana, Izumi dan Ishida menghabiskan waktu setidaknya empat puluh menit untuk berjalan-jalan melihat-lihat suasana malam di sekeliling taman. “Setuju! Diluar sini sangat dingin membuat gigiku terasa semakin menyakitkan.” Kana sudah membalut lehernya dengan syal tebal tapi wajahnya tetap terlihat pucat karena kedinginan dan karena menahan rasa sakit di giginya. Sementara itu Izumi merogoh saku mantelnya mencari sesuatu tapi ia tidak berhasil menemukan sesuatu itu disana. Wajahnya berubah panik. Ia terus mencari ke saku kanan dan kirinya berulang kali.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
SUNNY

SUNNY

"Rain kita harus pulang sekarang juga" Enam kata yang di ucapkan Om Bagas membuatku menyadari, hal buruk telah terjadi. Kaki ku terasa lemas bagai jelly hingga Reno dan Om Bagas membantuku untuk berjalan ke mobil. Dan perjalan menuju rumahku terasa lama dan panjang........ * JUDUL : SUNNY * PENULIS : LYSI GALAXY F*B : LysiGalaxy Jangan lupa tinggalkan komen ya..... love you and take care \ ^_^ /
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

ujar Joseph sambil memarkirkan mobilnya tidak jauh dari bangunan bertuliskan STF Abisko Touriststation. Jovita memandang ke sekelilingnya yang merupakan daerah pegunungan. Ia melirik Cartier di pergelangan kirinya, pukul 22 malam tapi langit tak ubah seperti pukul 4 sore di Jakarta. Ia mulai bisa menangkap kejutan apa yang diberikan Joseph. "Apakah ini midnight sun, Joe?" tanya Jovita dengan mata berbinar. Midnight sun adalah fenomena alam ketika matahari sama sekali tidak menyentuh horizon, alias tidak ada malam hari.
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai journey under the midnight sun
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Beyond the Light

Beyond the Light

Padahal, itu adalah kesempatan emas. Di sisi lain, Nyridia terus berlari mendekati Trish. Setiap tanah yang ia injak itu terus meninggi hingga menyerupai tangga. Ketika sudah dekat dengan Trish, ia melompat dengan tombaknya dan menyerangnya dari atas. Ia menusuk badan Trish kemudian mendorongnya masuk bersama ke dalam tanah. Nyridia menuntun Trish untuk menyusuri satu per satu lapisan tanah yang ada di sana. Mereka berdua terus terhubung hingga tidak bisa melihat apa pun kecuali gelap. Di napas terakhir Trish pun, ia tidak melihat apa pun kecuali kegelapan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
De Crepusculum

De Crepusculum

Kahlil menunjuk Atha yang berlarian dengan tangan yang memegangi hijab untuk menutupi wajahnya. "Dia ga tahan panas, kulitnya bakal memerah kalo kena cahaya matahari. Albino sih emang gitu," tutur Kanzo menatap Atha lekat. "Tumben tahu gituan?" sindir Kahlil berkedok tanya. "Tadi lihat di internet," balas Kanzo memutar bola matanya. "Hm... Paling sengaja cari biar bisa tahu tentang Atha lebih banyak," cibir Kahlil.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
Breakfast at Midnight

Breakfast at Midnight

Durdle Door terlihat sangat menakjubkan dengan karang batu besar yang melingkar seperti pembukaan di Jurassic Park. Pasir pantai bercampuran dengan tumpukan salju yang terlihat seperti kulit kijang Bongo Afrika. James menyusuri pantai sambil menendang kakinya pelan ke arah pasir dan salju itu. Udara dingin yang menusuk masuk sampai ke tulang tubuhnya. Padahal dia sudah memakai 3 lapisan jaket di badannya. Uap putih dari mulut James saat ia menghebuskan nafasnya. Kedua tangannya sudah ia pakai sarung tangan dan di masukkan ke saku jaketnya. Langit kelabu di campur dengan matahari terbenam ini merupakan salah satu pemandangan kesukaannya di dunia. James tidak pernah bolos dengan terapinya samp
84.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
06:00 After Sunrise

06:00 After Sunrise

Langit memang sedikit menampakkan cahaya kilat di balik awan gelap itu. Selene merapatkan mantelnya. Semakin lama berada di luar, tubuhnya semakin menggigil. Ia baru saja kembali dari Rumah Sakit saat ini, cukup larut karena lemburan. Jalanan sudah sangat sepi. Mungkin hanya beberapa yang masih berada di sana, sama-sama merapatkan mantel dan melangkah secepat mungkin menuju tempat tinggal. Atau karena orang-orang enggan keluar, sebab kilat yang cukup menakutkan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Dia berdiri di depan jendela, matanya memandang nanar langit sore yang berwarna orange keemasan. “Fadil itu lelaki brengsek! Farida tidak tahu saat ini lelaki yang di puji-puji itu sedang berlibur bersama kekasihnya. Mungkin sekarang mereka sedang bersenang-senang naik balon terbang menikmati keindahan Cappadocia,” imbuh Agil pedas. Ibu dan Bik Marsinah diam seribu bahasa mendengarkan penjelasan Agil.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
Milky Way on The Midnight Starlight

Milky Way on The Midnight Starlight

Jika alergi yang menjangkit sangat parah, bahkan wajahku terlihat menggembung seperti habis disengat rombongan tawon. Aku mengeratkan jaket pemberian Ardi di tubuh sambil berjalan menuju pelataran masjid untuk mengusir rasa gatal yang makin menyakitkan. Langit malam ini sangat bersih, purnama bersinar tanpa terhalang mega, bintang-bintang berkelip cemerlang, cantik sekali. Sebuah kilau gemintang yang sangat cerah mencuri perhatianku. Antares, bintang yang berasa di tatanan paling ujung rasi scorpion. Ah, benar saja, milk way sudah mulai muncul, tapi bukankah ini masih terlalu senja untuk kemunculan milk way? Kulirik kembali arloji di pergelangan, ternyata sudah lebih dari jam sepuluh malam.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai journey under the midnight sun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status