Here are 30 novels related to juni taisen for you to read online. Generally, juni taisen or similar novel stories can be found in various book genres such as Horor, Young Adult and Romansa. Start your reading from Godaan Jin Dasim at GoodNovel!
Satu persatu teman kantornya memesan dessert dan kue yang baru saja dia upload.
[Aku brownies lumer satu]
[Bomboloninya berapa? Aku pesen satu bungkus]
[Nay, besok bawakan aku takoyaki]
Dan masih banyak pesan lainnya, Naya dengan sabar membalas semua pesan yang terkirim untuknya, setelah taka da lagi pesan dia langsung menghubungi Lita.
[Halo, Nay?] suara Lita yang terisi penuh terdengar sumbang di telinga Naya?
kompak Risa dan Luna.
Cowok itu menoleh pada keduanya lalu tersenyum. "Eh, sorry. Gue gak tahu kalau lo berdua ada. Kenalin nama gue Beno." Cowok bernama Beno itu menjulurkan tangannya hendak berkenalan dengan Risa dan Luna.
"Risa."
"Luna."
"Jadi lo punya saudara, Rain? Kok lo gak pernah cerita ke kita?" Luna menyahut.
Mereka tertawa untuk hal-hal yang menurutku sangat sangat menyebalkan.
Selepas Aksa mengatakan Saya bukan pacar Lana tante. saya calon sahabat seumur hidupnya Lana suasana meja makan menjadi hening untuk beberapa saat. Itu kalimat ter-ambigu yang ada di hidupku. Tapi, yang bisa kudapati tadi hanyalah senyuman yang sulit diartikan yang di sunggingkan semua penghuni rumah minus Belsya dan Belsyo. Dua makhluk kecil itu sibuk memandangi Aksa bak Aksa idola mereka yang ada di kartun Aikatsu.
tanya Kinan seraya mencium salah satu bunga jenis mawar yang tumbuh di sebuah pot bewarna putih.
"Aku yang memilih tempat ini," jawab Noah.
"Wah kau memang tau apa yang kusuka." Kinan tersenyum ke arah Noah, seraya mengibaskan rambutnya pelan. "Baiklah, mana pria itu."
"Namanya Ervan," kata Noah lalu kemudian mengarahkan matanya ke sosok pria yang baru saja tiba. "Dan itu dia."
Mbak Elin
"Besok buka jam berapa, Bang?"
Mbak Sena
"Udah tidur belum Bang Amin?"
Imron
"Ngopi Min!"
Mbak Katini
"Bang Amin, kesepian gak sendirian di rumah? Lagi ngapaian? Kue pisang saya enak ga?
Jihan
Banyak sekali deretan nama yang mengiriminya pesan malam ini, pesan dari Jihan yang paling akhir ia buka. Ada setitik gembira di hatinya, saat Jihan pertama kali yang mengirimkan pesan.
Dengan penuh rasa ingin tahu, ia mendekat.
“Wah, gak nyangka Nenek ada teman di Jakarta.”
Zalma mengangkat kepalanya.
“Jun, kenalin ini Tante Ah Chen eh Jelita.”
Ah Chen? Ah Chen yang itu?
Juni tersenyum lalu mengulurkan tangannya.
“Juni, Tante.”
Jelita juga tersenyum sambil menyambut uluran tangan Juni.
“Tante sudah pernah lihat wajah kamu di Youtube. Bakmi Selera ini memang benar-benar enak.”
Tanya Alala
“Tentu saja bunga kan bagus aku jelas menyukainya.” Jawab Nise
“Kalau begitu kamu si bentuk bunga itu ya? Karena bentuk yang lainnya tidak ada yang menarik dihati Ira.” Jawab Icus
“Jadi kalau kalian semua bentuk apa? Ini semacam lambangkah?” Tanya Nise yang masih sedikit bingung
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.
Membuat noda di atas kertas putih tersebut.
Kepala Isabel tak perlu berpikir lama untuk mengetahui siapa gerangan sang pengirim surat. Ia mengetahui bahwa orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah Sean. Sang pria yang menciptakan kenangan di Turki.
“Isabel, itu surat dari siapa?” tanya Hana yang menghampiri putrinya.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as juni taisen
Daisy menatap gaun itu sekali lagi.
"Oke, mari kita kirimkan gambarnya pada Arthur dulu." Erisya bersemangat.
Wanita paruh baya itu memotret gaun pernikahan yang dipilih Daisy, lalu mengirimkan fotonya pada Arthur.
Daisy lalu mengikuti desainer untuk mengukur tubuh mungilnya.
***
Arthur baru saja melakukan operasi cesar dan menyelamatkan bayi berjenis kelamin laki-laki dari pasangan muda di hadapannya.