Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cintaku Padam Bersama Kobaran Api

Cintaku Padam Bersama Kobaran Api

Yang tersisa secara fisik, kusiapkan untuk kubakar habis. Tiba-tiba, sebuah pesan anonim muncul di layar ponsel. Foto itu langsung menusuk mataku. Vincent berbaring di sisi Avril yang tengah tertidur dalam keadaan mabuk. [ Padahal dia ada sakit maag, tapi tetap bantu aku nahan minuman dari orang lain. Kakak nggak akan nyalahin aku, 'kan? ]
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
KUBUAT SUAMIKU SEMAKIN LAYU

KUBUAT SUAMIKU SEMAKIN LAYU

tanyaku penuh keheranan. “Kalau bisa kenapa bagian sensitifku bisa kepanasan seperti ini. Kamu nyucinya pakai sabun apa pakai cabai sih?” berangnya kemudian. Kontan aku menahan tawa saat mendengar penjelasan suamiku. Aku baru ingat kalau aku sudah taburi pakaian dalam mas Arga dengan bubuk cabai. Ternyata efeknya ampuh juga. “Maaf, Mas!” sahutku dengan tertunduk. Mungkin dia pikir aku takut karena dimarahi, padahal aku menunduk sedang menahan tawa.
850.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

Harus bagaimana lagi menjelaskannya. "Pa, saat Papa nikah sama Mami, dari pernikahan sebelumnya, apa Mami mempunyai anak?" "Kok kamu nanyanya begitu?" "Udah, Pa. Jawab aja," ujar Ayumi kesal. "Nggak punya anak, Yum. Katanya suaminya dulu itu TKI, tapi saat pulang katanya nggak berangkat lagi. Terus sakit-sakitan, lalu meninggal."
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 831 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubuat Kau Dan Selingkuhanmu Menyesal Part 01: Ijab Qobul "Aku terima nikah dan kawinnya Meli Susanti Binti Reno Agussalim dengan mas kawin satu unit mobil seharga lima ratus juta dan lima belas gram emas dibayar tunai." "Sah." Ucapan sahabat, terdengar dari para saksi dan tamu undangan yang hadir.
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

Bab 82 Keras kepala "Adi tidak akan menceraikan Siska, apalagi meninggalkannya?" "Jika kamu membawa wanita itu kembali, kamu bukan anakku lagi!" Bak disambar petir. Suara menggelegar itu membuatku terkejut. Mendengar sesuatu hal yang membuat aku bergidik ngeri. "Pak, sabar. Eling, jangan Seperti ini!" (Eling = ingat)
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 781 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
Kania (Gairah Seorang Pembantu)

Kania (Gairah Seorang Pembantu)

"Kenapa sih, Pak? Kenapa Bapak nggak suka? Padahal dulu Bapak kan yang mengemis pada saya? Bapak yang bilang kalau Bapak suka sama saya. Lalu, kenapa Bapak malah bilang kalau Bapak membenci saya? Apa salah saya, Pak?" Sambil mendesis geram, Adi tampak ingin sekali mencabik-cabik sesuatu atau bahkan menghempaskan apa pun saling pusarnya. Alhasil, hanya rambutnya yang jadi sasaran. Adi meremas kuat rambut tebal itu, membayangkan kalau yang datang ini dia genggam kuat adalah bibir Kania yang benar-benar wadahnya racun.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
Kurebut Kembali Suamiku

Kurebut Kembali Suamiku

Celana pendek berwarna hitam dipadukan dengan kaos lengan pendek berwarna abu membuat ketampanan Arsen benar-benar berlipat ganda. Selama hampir dua tahun pernikahan mereka, ini adalah kali pertama Neisha melihat suaminya berpenampilan santai seperti ini. Jika biasanya setiap hari libur pria itu selalu beralasan keluar rumah untuk melakukan pekerjaan akan tetapi tidak untuk hari ini.
102.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
KABUT CAKRA MAHKOTA KERAJAAN

KABUT CAKRA MAHKOTA KERAJAAN

"Apa ayah sudah mengetahuinya" "Sudah kak, kakak mau kasih aku apa" Shabi tak menghiraukan itu dan segera mendatangi ayahnya. "Wahai ayah, apakah kau mengizinkan Ryu untuk berkelana" ucap Shabi. "Tekadnya begitu besar untuk memenangkan pertandingan" "Tapi ayah!, bukankah ayah mengetahui Ryu tidak memiliki Cakra, diluar banyak penjahat yang bisa membunuhnya ayah, izinkan aku menemaninya ayah"
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

Apalagi Bobi yang semakin bingung dengan bos barunya. "Nggak usah bikin bekel kayak gitu lagi! Norak! Aku bukan anak kecil!" Bara melempar pandangan pada Bobi yang duduk di kursi pengemudi. "Bobi, cepat jalan!" Dengan gelagapan, Bobi menyalakan mesin mobil. Sedangkan Bara langsung menaikan kaca mobil, berusaha mengabaikan Alisha yang masih setia berdiri menatapnya dengan sorot mata yang layu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

“Andweeee!! Gue nggak mau... Gue haram deket-deket Babi. Gue kan islam! Kata Bunda nggak boleh, nanti gue log out!” Para pengunjung yang terhibur pun tertawa, begitu juga dengan Adnan.. “Kamu udah logout, Cin.. Soju kan sama haramnya kayak Babi..” “Haram kayak kamu? Masa sih?” Sudut bibir Adnan berkedut. Perasaan ia bilangnya babi, bukan dirinya deh! “Maapin Cinta, Tuhan.. Abis enak.. Cinta emang islam kok, tapi yang islam kan banyak yang mabok.. Ayah juga minumnya wine..” Racau Cinta, menyepill kelakuan ayahnya.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai kabi kusi kabi gam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status