Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

Beruntung tadi Fatta sudah menarik Jatiagung menjauh, jadi ketika Asmara akan menyerang, Arash dengan mudah menangkisnya. "Kamu benar-benar kejam!" kecam Arash, "bahkan dalam keadaan ia yang buta seperti itu, kamu masih ingin menyerang guruku!" Asmara menarik bibirnya, membentuk senyum yang begitu mengerikan. "Aku nggak peduli dengan apa yang kamu katakan, aku memang ingin membunuhnya!" teriak Asmara murka, ia menyerang dengan membabi buta.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Jodoh Di Tangan Papa

Jodoh Di Tangan Papa

gumamnya menatap puas ke arah kaca. “Enak aja lo nyuruh gue ganti baju segala, emang apa salahnya baju ini?” imbuh Arsha lagi berbicara pada cermin. Thank top dengan hotpant ditambah long cardigan rajut dan sneaker akan menjadi outfit Arsha untuk perjalanan pertamanya bersama Kama si pewaris Gunadhya ke Vietnam. Mengingat pesan Rachel sang sahabat yang harus jadi diri sendiri. Arsha mengembuskan nafas pelan sepertinya akan berat, Kama si perfeksionis mungkin tidak akan menyukainya.
1059.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Cinta sang Asmara

Cinta sang Asmara

"Oleh karena itu, jangan melihatku dengan banyak harapan, aku tidak sebaik itu." Farhan sedikit terkesima akan perubahan ekspresi Asmara yang menjadi begitu serius ketika mengatakan kalimat terakhirnya. Sejurus kemudian Farhan mengangkat ujung kemejanya, menunjukkan sebuah tato kepala harimau yang ada di pinggangnya. Asmara melotot lebar sebelum akhirnya sedikit menunduk untuk melihat tato itu lebih jelas.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Pada pagi hari di Kediaman Keluarga Kasmir di Kota Verma. Jebran Kasmir adalah bangsawan terkaya di seluruh Kota Verma. Dia menyereput tehnya di tengah-tengah tempat yang disebutnya "kebun", meskipun lebih mirip hutan kecil yang dirawat dengan terampil agar terlihat liar. Pohon pinus yang tinggi dan semak belukar yang terawat berdesir karena tertiup angin sepoi-sepoi, sedangkan aroma manis tanah yang lembap melayang di udara pagi yang sejuk.
9.6151.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Dengan senyuman dan tatapan yang sangat tajam , Louis menatap seorang gadis dari SMA Putri Katel “Indah .. mungkin hati wanita itu sangat lah halus sebagaimana helaian sutra .. Hey Zee , menurutmu apa itu asmara ?” Seperti seorang ksatria dari Khayangan , Zee menepuk dadanya sendiri dan berkata kepada Louis “Kau menanyakan pendapat , tentang apa itu Asmara ? “ lalu Zee berdiri diatas benteng yang berada dekata Pohon besar “Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu itu … Ketika Asmara itu muncul , kerap dalam benak fikiran itu selalu ada kata Suka atau Cinta … Jadi , Apa kau memiliki peliharaan ? … Contohnya Ayam … Jadi , Jika kamu Suka kepada Ayam maka kamu akan memakan ayam itu … Tapi jika kam
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
KAMASEAN

KAMASEAN

Battrice masih melirik Frans yang tampak membuang tatapan ke balik jendela. Raut wajah lelaki itu masih kusut. Battrice dapat menerka, Frans pasti tengah memikirkan Sean. Battrice pun tersenyum, setelah bertahun-tahun mencoba merebut hati Frans dan selalu terhalang oleh perempuan bernama Kamasean itu, kini Battrice justru muncul sebagai pemenang mutlak.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
KASAM (Pulang Untuk Tenang)

KASAM (Pulang Untuk Tenang)

sapa Arman sembari mengangguk sopan dan tubuh sedikit membungkuk sebagai bentuk hormat. Tak ada jawaban dari Kakek Jabar. Arman mengira Kakek Jabar melupakannya dan tidak suka padanya. Perasaannya tak nyaman. Arman berpikir untuk mengundurkan diri, menjauh dari pandangan Kakek Jabar, dan kembali duduk di kursi rotan teras. Tapi tiba-tiba tangan Kakek Jabar terangkat dan telapaknya mengibas lemah. Kibasan yang mengartikan agar Arman pergi. Pengusiran tanpa kata-kata.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Di Balik Asmara Sang Aktris

Di Balik Asmara Sang Aktris

"Cincin ini bukan salah meja, Rana. Aku memang sengaja memberikan kejutan ini untuk kamu. Aku sengaja meminta Indira, dan Camilla membantuku. Aku sengaja memesan tempat ini untuk melamar kamu. Jendela besar dengan pemandangan pelabuhan terbaik di Sydney. Bersama senja, aku ingin momen ini menjadi saksi. Rana Diatmika Husada, aku mencintaimu. Tolong, menikahlah denganku! Karena aku membutuhkanmu di setiap hela napas hidupku. Mau, kan?" Siapa yang tidak terkesima dengan apa yang Bentala lakukan? Jelas bukan Rana orangnya! Ia tersenyum begitu cantik. Menggeleng kecil, dan jelas masih belum percaya kalau momen ini hadir dalam hidupnya. Bersama orang yang sangat ia cintai, Bentala Pradaya Byakta.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Asmaran berdiri, napasnya masih terasa sesak mengingat masa lalu yang menyakitkan. Ia mendongak ke langit senja yang mulai dihiasi semburat jingga dan ungu, seolah mencari kekuatan di sana. "Saya sangat ingin sekali kembali bertemu dengan orang-orang yang saya kenal di Desa Tanara, Yang Mulia," ucap Asmaran, suaranya bergetar menahan emosi.
9.858.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Itulah yang terjadi pada Bella dan Ain, baru beberapa menit berjemur, mereka sudah meneduh kembali, ke restoran, memesan makanan dan beberapa cemilan khas Arab. Cuaca hari itu sangat cerah, Bella mengambil beberapa foto untuk di unggah dimedia sosial -tentunya tanpa menampilkan Ain disini, karena hubungan mereka masih backstret- viewnya sangat keren dan romantis, pemandangan langsung ke arah laut lepas. Disisi pantai yang membentang luas, dengan pasir putih halus, terdapat gedung menjulang tinggi dengan gaya separuh kubah tidak sempurna, itulah gedung Burj Al Arab, tempat Ain dan Bella menginap.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kabut asmara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status