Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lembah Awan Berkabut

Lembah Awan Berkabut

Bab Ekstra: Badai di Dalam Surga – Bagian 2: Retakan di Dinding Surga Hari-hari berikutnya di Lembah Awan Berkabut terasa seperti memegang segelas air yang terlalu penuh, di ambang tumpah. Di permukaan, semuanya tenang. Para pengungsi tinggal di paviliun tamu mereka, menerima makanan dan perawatan dari tim An-Mei. Para murid melanjutkan rutinitas mereka. Namun di bawah permukaan, riak-riak ketidakpercayaan terus menyebar, menciptakan retakan tak kasat mata di dinding lembah
1.4K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as kabut asmara
Read
+Library
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

, pintaku tak tahu malu padanya yang hanya dibalas dengan deheman. Setelah mengganggu Ayah di kamarnya aku kembali melangkahkan kaki kecilku menuju teras depan. Sambil duduk di teras rumah tepatnya di lantai dengan wajah yang melas tak tahu harus berbuat apa. Aku merogoh ponsel yang ada di kantong celana trainingku dan membuka aplikasi I*******m yang baru kugunakan lagi sekarang. Aku cukup kaget dengan notifikasi yang muncul di pop up ponselku, disana terrulias Bagaskara Arjuna mulai mengikuti anda. “Ini kan cowo yang agak aneh itu kan?”, batinku.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as kabut asmara
Read
+Library
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

“Nggak, cukup. Aku belum siap duel pagi-pagi tanpa pemanasan.” Asmar meletakkan satu kantung kecil di depan mereka. “Ini ramuan khusus, minum sedikit biar luka-lukamu cepat pulih.” Kael mengendus cairannya. “Bau seperti kaki naga.” “Itu berarti manjur,” sahut Asmar bangga. “Kau yakin ini bukan racikan gagal?” tanya Arsel sambil menyipitkan mata curiga.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as kabut asmara
Read
+Library
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Agra yang menyebarkan kekuatan penyembuhan tertinggi dan kebijaksanaan sejati bagi para Astanya. Ikatan kabut yang membentang seolah berjalan hilir mudik. Terus berputar dan berlapis-lapis. Tak terlalu tebal tapi juga tak terlalu tipis. Lebih mirip gumpalan asap ringan yang lembut. Memenuhi sejak dari depan gerbang portal hingga beberapa ratus depa. Namun, kabut tipis ini sama sekali tak menutup keindahan yang terpatri di dalamnya. Warna bercampur baur menyatu dalam dekapan udara yang memancarkan aroma keabadian. Kau dapat merasakan kelembutan yang mengalir di antara pori-pori kulit. Hembusan sejuk yang hinggap dan menawarkan ketenangan dan kedamaian sejati. Sungguh aura yang benar-benar ber
104.8K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as kabut asmara
Read
+Library
Mencintai Putri Durna: Dulu Diabaikan Kini Takut Kehilangan

Mencintai Putri Durna: Dulu Diabaikan Kini Takut Kehilangan

Ekspresinya tampak cemberut, benar-benar terlihat seperti adik yang manja dan merajuk, membuat Rajasa tersenyum lembut. "Kalau begitu, apa yang kamu inginkan?" "Aku dengar kamu mau ke Andura untuk mengunjungi resort Asmara. Aku ikut." Beberapa hari lagi Rajasa memang memiliki jadwal kunjungan lapangan ke resort di Andura. Berbeda dengan resort Fontier Grup lainnya, resort Asmara merupakan resort terbesar dan paling diminati diseluruh Yugos. Sebagai investor, Rajasa harus terjun langsung untuk mengontrol. Bukan sebuah masalah jika membawa Valeri. Hitung-hitung sebagai penebus salahnya.
933 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as kabut asmara
Read
+Library
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Wangi tubuh Asmarini begitu mengundang hasrat. Tidak memungkiri juga sebagai lelaki normal dia menikmati dekapan Asmarini. Dia pernah memeluk dan mencium Miranti, tapi yang ini terasa lebih indah. "Uhukk! Uhukk!" Akhirnya Bayu terbatuk-batuk karena lama menahan napas, tapi itu hanya sebentar karena Sabuk Ajaib seketika langsung memulihkan keadaan. Mendengar Bayu terbatuk, Asmarini akhirnya melepaskan pelukannya.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as kabut asmara
Read
+Library
Asmara Ghina

Asmara Ghina

gumam Ghina. Setelah meletakkan tasnya, Ghina menepi menuju pinggiran jendela yang langsung menyuguhkan pemandangan pematang sawah dan tampak pula Gunung Lawu yang begitu indah. Pemandangan indah tersebut tidak selalu bisa dinikmati. Adakalanya suhu udara begitu dingin dan menyebabkan kabur tipis menyelimuti. "Bagus, ya, Ghin?"
1.8K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as kabut asmara
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Dua puluh menit kemudian, dia tiba di Dark Night Bar. Sebagai pramugari, daya tariknya tidak perlu dipertanyakan lagi, dan gaun hitam ketat yang dikenakannya membuatnya terlihat sangat memikat. Huo Mian, di sisi lain, tidak terlihat seperti seseorang yang sedang menikmati malam sama sekali. Bahkan, dia tampak lebih seperti seorang pelayan. “Ayo, kita keluar untuk bermain. Tidak bisakah kamu berdandan sedikit? Jangan seperti perawan tua.”
104.4K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as kabut asmara
Read
+Library
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Menjelang dini hari akan turun kabut racun asmara. Pengembara wanita menggunakan pisang untuk melampiaskan pengaruh." Kabut racun asmara jika terhirup akan membangkitkan gairah yang sulit dibendung. Cakra menaruh sebiji pisang ambon di pangkuan Nyi Ratu Suri, sambil berkata, "Buat jaga-jaga kalau kau terpengaruh. Apa ingin pisang yang paling gede?" "Pisang ini paling gede." "Ada yang lebih gede." "Dasar."
9.947.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as kabut asmara
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
Arimbi

Arimbi

Wajahnya begitu sejuk dan bersahaja. "Halo, Mba, perkenalkan aku Hanna." Ini sudah yang kesekian kali Hanna memperkenalkan diri, tapi Arimbi masih belum merespons. Pandangan Arimbi masih tertuju pada langit mendung. Objek langit memang menjadi pemandangan kesukaannya saat duduk di taman. Entah apa yang Arimbi pikirkan? Tatapan wanita itu seolah-olah berpikir, tengah menerka sesuatu. Namun, tidak ada yang tahu.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as kabut asmara
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status