Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Maaf Pak, Saya Hanya Pembantu Biasa.

Nominalnya tidak banyak, justru semakin hari semakin berkurang untuk kebutuhan. Setelah dihitung berulang kali, hasilnya tetap sama. Tidak cukup. Sarah terdiam cukup lama. Lalu pandangannya jatuh pada sebuah kotak kecil yang terselip di dasar tas. Tangannya perlahan mengambil kotak itu. Begitu dibuka... Sepasang mata Sarah langsung berkaca-kaca.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
TWINS PUNYA CEO

TWINS PUNYA CEO

Difoto terdapat gambar dirinya dan kedua orang tuanya sewaktu kecil bermain dipantai, disitu Zeta tengah tersenyum lebar. "Rasanya Zeta belum percaya kalau kalian udah pergi," monolog perempuan itu. Karena tak mau bersedih terlalu lama ia pun kembali membersihkan kamar itu, saat sedang asik melipat pakaian mata Zeta tertuju kepada kotak yang ia tak pernah lihat sebelumnya berada di bawah meja. Kotaknya berwarna hitam, dan sepertinya kotaknya sudah lama terbukti dari ada beberapa sarang Laba-laba disana. Zeta pun menghampiri kotak itu dan mengambilnya, ia mengosokkan telapak tangannya guna membersihkan debu yang menempel.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Anomali Dunia Darma

Anomali Dunia Darma

Deon sendiri lebih memilih memandangi langit yang biru dengan awan yang tak berbentuk, melayang melewati kepalanya. “Ini hanya permulaan.” Yuuta berbisik, dan apa yang dia bisikkan itu benar. Kyos dan Kronos datang menurunkan kotak persegi panjang dari troli ke lantai. Tinggi kotak itu melebihi tinggi anak SMA, lebarnya hanya mampu dilewati satu orang saja. Aku tidak yakin kotak itu terbuat dari apa, warnanya hitam dan sisi kotaknya berwarna merah. Benda aneh itu sepertinya berat sekali, karena terlihat Kronos dan Kyos terengah-engah setelah meletakkannya dengan sempurna di tengah lapangan.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN TANPA NAMA

PERNIKAHAN TANPA NAMA

Terlalu berat. Tanpa sengaja, kakinya menyenggol sebuah kotak kayu persegi berukuran sedang di bawah meja. Ia menunduk, memungutnya, dan meletakkannya di pangkuan. Kotak berukir sederhana itu terasa familiar—kotak kenangan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Dihargai

Istri yang Tak Dihargai

“Yang kamu lihat, gimana? Sibuk, atau nggak?” “Ya kelihatannya sibuk sih,” jawab Nathan. “So, aku nggak perlu jawab, kan?” Nathan tertawa kecil. Kemudian ia mengeluarkan sebuah kotak berukuran kecil dari sakunya. Kotak itu ia letakkan di atas meja, tepat di depan Ziva. Ziva memperhatikan kotak tersebut, namun ia enggan memegangnya. “Apaan nih?” tanya Ziva.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

Mengingat ini adalah tempat yang pernah dihuni Yudian, dan dia kabur dengan terburu-buru, mungkin ada barang yang berguna yang tertinggal. "Eh? Apa ini?" Kakak beradik dari Keluarga Santoso tiba-tiba tertarik pada sebuah kotak kecil di atas meja samping tempat tidur. "Sepertinya, sebuah kotak musik." "Betapa cantiknya!" "Perabot hotel ini memang sangat indah!" "Ya, aku selalu ingin beli kotak musik seperti ini!" "Apakah suaranya enak didengar?"
9.458.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
TRAPPED IN PAST LOVE

TRAPPED IN PAST LOVE

Kemudian membantu gadis itu duduk. "Coba yang ini dulu, Ca. Paling gede, dari fanbase kamu." Laki-laki itu memegang kotak biru yang lumayan besar. "Yaudah, coba buka," jawab Caca. "Buset, macam-macam!" Pekik Dafa kaget. Di dalam kotak itu ada beberapa novel, skincare, juga ada beberapa kue rendah gula, juga ternyata ada satu boneka kucing berukuran kecil namun sangat menggemaskan.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Prince Of Love

Prince Of Love

“Sekarang buka yang dari aku dong,“ kali ini Aka yang bersuara. Cia mulai membuka kado yang nangkring manis di pangkuannya. Semua mata tertuju pada kado kecil dari Aka. Sebuah flashdisk dan sebuah kotak mungil. Cia menatap Aka penuh tanda tanya, hingga akhirnya Aka mengambil kotak kecil yang masih di pegang oleh Cia, kemudian membukanya. Semua mulut terbuka dengan kata “wow” yang keluar bersamaan.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Perhatian Janeta kini beralih kepada sebuah kotak kecil yang terbungkus agak rapi yang tidak jauh keberadaannya dari tempat Janeta duduk berjongkok. Sebuah kotak yang dibalut dengan lakban namun ada satu lubang kecil disudut kotak itu. “Hm, kiriman seperti ini pasti isinya binatang. Biasanya binatang berbisa.” gumam Janeta sedikit menimang kotak itu. Nampaknya ia sudah terbiasa menerima teror seperti ini.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Sweet Passion

Sweet Passion

Tentu saja Gea mengetahui kotak kecil tersebut. "Kotak apa ini? Kenapa ada di makan Pak Zaka?" "Ini belum kotor, masih baru sepertinya. Apa milik seseorang terus terjatuh?" Gea memberikan kotak itu kepada Tuan Nathan. Tuan Nathan menerima kotak itu, kemudian memutar mencari tahu siapa pemilik kotak tersebut. "Bukan, Ge. Kotak ini memang miliknya, lihat ukiran nama pada kotak ini."
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai kaca kotak kecil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status