Dosenku Di Club Malam
Suara Sagara tegas, tenang, tapi ada sesuatu di balik nada itu kendali penuh.
Sagara memperhatikannya lebih lama dari sebelumnya. Tatapannya tak berpindah bahkan saat Aluna mengambil gelas kristal itu, menempelkannya ke bibir, lalu meneguk isinya perlahan. Tangan Sagara mengepal di atas meja, keras, sementara pandangannya tetap terpaku pada Aluna yang kini tampak makin merona.
“Lagipula,” ucapnya datar tapi dalam, “minuman itu dibuat dari special ingredient. Rasanya… sedikit berbeda dari yang biasa kau kenal.”
Hot Chapters