Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

"Hambar banget, kayak idupnya Kenji." Jihan melirik ke arah meja tim Takeda. Dia melihat Kenji duduk menyendiri, menatap lurus ke depan sambil mengunyah onigiri-nya. Di sebelahnya, ada seorang siswa Jepang berkacamata yang membawa tas cello—dia adalah pemain cello utama Takeda bernama Hiro. "Sari, lo bawa 'senjata rahasia' kita kan?" bisik Jihan.
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

ucap Haris dingin. Namun, di kegelapan itu, Gia tersenyum. Bukan senyum ketakutan, melainkan senyum kemenangan. Ia menyentuh liontinnya yang kini memancarkan cahaya biru kecil. "Kau lupa satu hal, Tuan Winata," suara Gia menggema di balkon yang sepi itu. "Mahendra tidak pernah datang ke pesta tanpa membawa seluruh pasukan."
787 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Kau Khianati, Kunikahi Pamanmu

Kau Khianati, Kunikahi Pamanmu

Seseorang sedang duduk santai di sofa sambil menyilangkan kaki. Nikita. Perempuan itu tersenyum puas. “Halo, Kakak.” Darah Marsha langsung mendidih. “Kau…!” Nikita berdiri perlahan lalu mendekat. Gaun merah ketat yang dikenakannya membuat senyumnya terlihat semakin licik. “Aku penasaran,” ucap Nikita sambil memiringkan kepala, “berapa lama Henry Lim akan datang menyelamatkanmu?”
450 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Tentang Bahagia Arini memperhatikan pantulan dirinya di depan cermin. Kebaya berwarna hijau sage dengan kain batik yang membelit tubuh bagian bawahnya tak membuat dirinya berpuas diri. Matanya berkaca-kaca saat berkali-kali memutar dirinya di depan cermin. Kehamilannya di usia sembilan bulan ini membuat berat tubuhnya melonjak drastis. Pipinya membulat sempurna, belum lagi dagu yang seolah berjumlah dua hingga membuat dia kesusahan mengenakan kerudung untuk menutupi mahkotanya.
998.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Salah seorang dari mereka berseru, “Akhirnya datang juga! Musashi Kazui, Hanz Fadeyka, dan satu lagi .... Siapa kau?” Mereka berlima mengerutkan kening, menerka-nerka siapa orang satu lagi itu. Rupanya mereka tidak mengenali sosok Hirohito Kazui. Sekitar lima atau enam tahun lalu, ketika mereka masih bisa melihat Hirohito, setahu mereka rambut Hirohito sangat panjang, serupa rambut Hashirama Senju, Hokage pertama.
9.938.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Atasanku Menggodaku

Atasanku Menggodaku

Ada 12 mode getaran. Desain bionik yang bisa memberikan sensasi seperti lidah. Higienis dan mudah dibersihkan. "Ada juga mode senyap, cocok buat kamu." Itulah penjelasan dari Ben padaku. Aku malu bukan main, rasanya tak sanggup menatap siapa pun! Sepertinya di mata Ben, citraku sebagai wanita haus gairah sudah tak bisa dihapus lagi! "Aku nggak mau!"
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Kimmy vs Hantu Tampan

Kimmy vs Hantu Tampan

Nada suaranya melengking, bercampur dengan rasa takut dan amarah. Sesuatu dalam reaksinya mencerminkan trauma yang lebih dalam—dia punya luka yang mungkin sudah lama terbuka. Aku nyaris ingin tertawa melihat betapa rentannya dia dalam menghadapi situasi ini. Dengan satu gerakan cepat, aku melempar belati yang tadinya kuacungkan ke leher si hantu tampan. Belati itu terbang melintasi udara sebelum akhirnya menancap tepat di kening si hantu Tante. Tubuhnya mendadak tegang, bergetar, sebelum akhirnya terbakar perlahan. Jeritannya memenuhi ruangan, suaranya yang menyakitkan terdengar menggema saat bagian tubuhnya hancur menjadi abu, menyatu dengan kehampaan.
691 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

tanya Ino sembari menyeruput Strawberry Milkshakenya. Hinata menatap Sakura sambil menyatukan kedua jari telunjuknya berulang kali di depan dadanya, dia mencicit kecil "S-sa-sakura ... Aku rasa kau harus menghentikannya... Kau tau, bertaruh setiap hari dengan anak laki-laki lainnya membuatmu nampak seperti laki-laki juga.A-a-palagi dengan rambutmu yang juga kau potong pendek itu... Kau juga tidak punya pacar sama sekali selama 16 tahun kau hidup ... A-apa .. Ja-jangan-jangan kau tidak suka laki-laki ya? " Hinata menundukkan kepalanya dan semakin heboh menyatukan kedua jari telunjukknya. Dia berpikir 'Itu adalah kalimat terpanjang yang pernah ku katakan dan ajaib sekali ke-gagapanku sedikit b
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

"Aku enggak suka dia." Dia mengunyah nugget ayamku seperti belum makan dari pagi, padahal makanannya sudah habis. "Sakura itu yang rambutnya pink, kan?" Aku mengangguk, dia juga ikut mengangguk. "Khalisa, kita itu Naruto dan Hinata, bukan Sakura sama ... Sama siapa ya? " "Sama Sasuke!" "Yah, itulah pokoknya. Tapi kalau kamu jadi Hinata, kamu bisa poni rambut hitammu itu."
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kaho hinata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status