Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Kalung yang menggantung di lehernya terdiri dari cakar, tulang kecil, dan serpihan kain hitam yang terlihat seperti telah direndam dalam sesuatu yang gelap. Namanya Ki Darma Wijaya. Dukun terakhir yang pernah berhubungan langsung dengan asal-usul kain itu. “Kau… tidak seharusnya kembali,” suara dalam kain itu bergema, berat dan serak seperti dua suara berbicara bersamaan. Ki Darma hanya tersenyum miring. “Dan kau… tidak seharusnya berkeliaran, Kain Terlarang.” Kain itu menggeliat, membesar, seolah marah karena dipanggil dengan nama itu. Dari permukaannya, puluhan tangan kurus muncul, meraih udara seperti berusaha mematahkan leher Ki Darma.
6749 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
Selamat Jalan, Mantan Suamiku

Selamat Jalan, Mantan Suamiku

Jauh di Jeman, Jesika berhasil membuka studionya, mengajar biola pada anak-anak dan orang dewasa. Biolanya dicarikan oleh Jave untuknya. Jesika merasa nyaman menggunakannya. Sebagai balasan, Jesika memberi Jave sebuah jam tangan. Dia selalu mengira Jave adalah pengangguran, tapi kemudian dia baru tahu bahwa ternyata pria itu adalah putra mahkota Keluarga Cahyo di Purim. Keluarga Cahyo dulunya lebih kuat dari Keluarga Xevi. Hanya saja mereka memilih untuk berimigrasi, memindahkan semua bisnis mereka keluar negeri.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
Petaka Rumah Bekas Pesugihan

Petaka Rumah Bekas Pesugihan

' batin Kiara dalam hati. "Maksudnya?" sahut Syakila. "Saya sih cuma mau kasih tahu aja. Tapi, itu boleh percaya ataupun enggak. Kata orang jawa Mah itu ditabok sam mahluk halus. Kerabat saya sembuh pas dikomper sama aair melati." jelas wanita yang ada didepan Kiara.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

gumam Ki Jambrong. “Siapa Jarkoni, Ki? Kang Jamparing hanya pernah menyebutkan satu nama—” “Orang-orang mungkin mengenalnya dengan nama Ki Jerangkong,” tukas Ki Jambrong dan langsung dibenarkan oleh Bi Enok. “Dia adalah kakakku sendiri. Dia memang sudah benar-benar menjadi manusia setengah iblis sekarang.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

Hal ini tentu membuat lega hati Pak Pramono dan Bu Septi, tetapi justru menimbulkan tanda tanya besar di benak Luna. "Saya tinggal sendiri di Jakarta ini, keluarga saya ada di Surabaya. Jadi saya kesepian kalau di rumah. Makanya saya bisa lebih banyak waktu bersama kalian di sini. Itu pun kalau Bapak dan Ibu tidak keberatan dengan kehadiran saya," lanjut Adrian menatap Pak Pramono.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

“Apa Jakarta memang sesejuk ini?” tanya Anjani Erikalia, atau mereka biasa memanggilnya menggunakan nama penanya –Jane, “Yang kutahu tempat ini sangat panas, jauh lebih panas dibandingkan Samarinda.” Mara Sintanira, gadis yang kini tinggal di Jogja itu terkekeh kecil mendengar pertanyaan Jane, “Ya, dulu juga sangat panas. Tapi cuaca di Jawa akhir-akhir ini memang sejuk, tak begitu panas, dan selalu hujan setiap malam.”
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
Kesatria Tangan Peniru

Kesatria Tangan Peniru

“Haha, jangan khawatir, pengurus rumah tangga! Aku akan menangkap orang pemberani ini untuk melampiaskan amarahmu!” Matt Jarolim memiliki tujuh putra dan tiga putri. Putra tertua Flick Jarolim adalah kepala keluarga Jarolim saat ini, dan Oscar Jarolim adalah putra dari putra keenamnya. Dia berusia tiga belas tahun dan salah satu generasi muda yang memiliki bakat. Oleh karena itu, Matt menjaganya di sisinya dan melatihnya secara pribadi. Dia sudah berada di tahap akhir Tier Dewa ketika dia baru berusia tiga belas tahun.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 701 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
DIKEJAR DUDA KEREN

DIKEJAR DUDA KEREN

Kebetulan suami gue baru ganti aki tadi. Jena terkekeh kecil. “Mbak, pliss … gue nggak bisa bayangin muka judes mereka langsung terbakar.” [Biarin. Hati mereka udah panas gue liat-liat, biar tambahin gue bakarin deh wajah mereka.] Mbak Nurul mengeluarkan tawanya. [Eh, udah dulu, ya. Pokoknya Lo cepatan ke sini. Gue tungguin.]
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
Geger Pendekar Naga

Geger Pendekar Naga

Galih Panuraga tersenyum tipis, tidak terlihat rasa ketakutan di wajahnya. Laki-laki paruh baya bernama Saryoni itu tertawa keras nan terbahak-bahak. "Bersetan dengan itu semua!!! Perguruan Cakra Dewa harus menjadi yang terbesar di Java Dwipa, Jaka Waruga berjanji untuk memberikan banyak sumber daya yang akan membantu kami berkembangnya... "
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Suara ranting kayu yang terinjak menghiasi malam itu. “Kampret! Di mana cah ayu itu. Hampir tak sikep awak e malah ngilang. Cari terus, Man!” (Hampir saya peluk tubuhnya tapi menghilang.) “Wokey, Juragan!” Pria berbaju lurik yang bernama Maman itu menanggapi lelaki yang dia panggil dengan sebutan juragan. Lelaki dengan perawakan tinggi besar dengan luka goresan di wajah sehingga menampakkan kesan sangar pada dirinya. Lelaki itu dikenal sebagai Juragan Jarwo, antek Menir Belanda di daerahnya.
9.751.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kain jarik jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status