Mari Bercerai, Paman Kai!
Dia berhenti, suaranya pecah.
Kai meraih bahu Sera, kali ini dengan tegas. “Dengar aku, Sera. Kamu boleh marah, kecewa, apa pun. Tapi tolong, jangan langsung percaya sama Lana. aku butuh kamu di sisi aku. Kita bisa hadapi ini sama-sama.”
Sera menatapnya lama, ada pertempuran di matanya antara rasa percaya dan luka yang membakar. Akhirnya, dia melepas genggaman Kai.
Chapitres populaires