Dimanja Suami Kontrak
Matanya menatap kosong ke depan.
“Ya Tuhan… kalau aku tidak bisa menyelamatkan diri… kalau aku tidak bisa keluar dari mimpi buruk ini… lebih baik cabut saja nyawaku…” bisiknya nyaris tanpa suara, bercampur isak.
Sementara itu, di sisi lain hutan, suara sepatu menghantam tanah basah bersahutan. Langkah-langkah cepat, pasti, dan teratur. Puluhan orang berpencar dalam formasi yang tak terlihat berantakan, masing-masing bersenjata, masing-masing mengenakan pakaian gelap dan kacamata malam. Di tengah mereka, sosok yang berjalan paling tenang, tetapi paling berbahaya, pria bertopeng kulit hitam, tubuh tinggi tegap, aura dingin membungkus tubuhnya bagai kabut maut… Khailas.
Sikat na Kabanata