Kinari dan Benang Waktu
Namun di dada Kinari, denyut El’Thyren kini berpadu dengan irama bumi—tak seindah lagu Aumeta, tak sesyahdu kidung abyssal—tapi jujur, dan cukup.
Di tepi promenade, seorang anak kecil yang tadi berfoto menoleh lagi, melambaikan tangan kecilnya.
Kinari membalas, dan untuk pertama kalinya sejak menginjak Bumi, ia tidak merasa ditonton. Ia merasa… hadir.
“Besok,” kata Kael.
“Besok,” sahut Kinari.
Mereka melangkah pergi, membawa pakaian baru, kebiasaan baru, dan pelajaran baru: bahwa di dunia yang tak mengenal mahkota, kebesaran tidak dinyatakan dengan petir—melainkan dengan kesabaran.
ตอนยอดนิยม