Cinta yang Kadaluarsa
Huruf-hurufnya tegas, kuat, seolah tidak tergoyahkan: [Diana, aku mencintaimu.
Kak Jilian yang berdiri di sampingku ikut membaca. Matanya beralih kepadaku dengan sedikit panik. "Hei, jangan-jangan kamu bakal tersentuh?" tanyanya hati-hati.
Aku menutup album itu perlahan, lalu tanpa ragu melemparkannya ke dalam tempat sampah.
"Mana mungkin?" Aku tersenyum dingin. "Kalau aku sampai terharu, berarti semua usahaku sia-sia."