Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

Hari – 6. Setelah semua orang menggunakan hak suara mereka, Kepala desa itu memberikan isyarat pada kedua penjaganya, lalu mereka menganggukkan kepala mereka, sebelum pergi meninggalkan ruangan ini. Christ yang melihat dua rekan kerjanya segera menghampiri Kepala desa seakan menggantikan posisi mereka berdua. Tak berapa lama kemudian kedua pria besar itu kembali ke ruangan ini sambil membawa sebuah papan tulis yang berukuran cukup besar dengan wajah Adrian dan Selena dengan gaya kartun terpampang di permukaannya.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Menantu sang Jendral Besar S2

Menantu sang Jendral Besar S2

Bab 16. WANITA YANG SEDERHANA Terdengar teriakan yang menyayat hati hampir bersamaan, ketika jari jemari Darko dijentikkan kearah keenam orang pengawal yang akan menangkapnya. Kemudian keenam pria naas ini terbang seperti baru saja di hantam kepala seekor kerbau sejauh sepuluh meter dan jatuh menghantam rak-rak pakaian di Mall ini.
8.256.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Tangannya kembali merogoh sarung, kemudian meletakkan secarik kertas di meja. “Apa ini, Kang?” Rojali mengambil kertas yang disimpan Aep. “Itu gambaran santri palsu yang saya liat waktu itu. Kalau tidak salah jumlahnya 6 orang. Punteun, saya agak kesusahan kalau harus menggambar sendiri. Makanya saya minta Asep untuk menggambarnya.” Rojali mengamati satu persatu potret yang tergambar di kertas. Meski sederhana, ia cukup mendapat gambaran mengenai sosok para penipu itu.
9.775.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
I Know What You Eat

I Know What You Eat

batin Ken dalam hati. Ken berdiri sembari menunggu Roy menuntaskan pandangannya. Dilihatnya sekeliling, orang-orang berbondong-bondong berjalan ke arah pintu keluar. Dari sekian banyaknya penonton, memanglah orang-orang itu didominasi oleh anak-anak dan orang tuanya. Mungkin beberapa dari mereka bertanya-tanya kenapa dua laki-laki setengah dewasa (Ken dan Roy) pergi bersamaan menonton acara kartun.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Bos Baru

Terjerat Hasrat Bos Baru

Jesi mulai menghitung. Namun setelah dihitung, ternyata mereka ada 6 orang. "Eh, bagaimana ini, kita kelebihan? Harusnya kan, 5 orang, bukannya 6!" ucap Jesi dengan bingung. Ia pun menatap satu per satu temannya, mengisyaratkan agar satu dari mereka segera mencari kelompok lain. Tapi mereka berlima terdiam. Tidak ada dari mereka yang mau mengangkat tangan untuk keluar.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Rotate

Rotate

“Jadi, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku. Setelah puas tertawa karena kejadian yang tak terduga itu, kini aku dan Six berjalan beriringan menuju basecamp. Akhir akhir ini ras manusia kekurangan orang. Pertama karena posisi Four kosong dan yang kedua karena laki laki disampingku ini dengan menyebalkanya terbebas dari tugas, sehingga kami, budak yang tersisa harus menutupi pekerjaan mereka sebisa mungkin. Jika hal ini terus berlanjut sepertinya salah satu dari kami akan berakhir di mulut Karberos, mati karena kelelahan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Tiba-tiba— DUAK. Salah satu anggota Mandala Gupta muncul dari samping dan menghantam Karta sampai tubuhnya mental nabrak pohon. “ARGH!” Dia jatoh sambil batuk darah. “TINGGALIN!” Jalu langsung teriak. “GAK BISA DITOLONG.” Karta melotot gak percaya. “WOI BANGSAT—” Tapi tiga orang lainnya tetap lari.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

tanya Katon dengan nada percaya diri, meskipun dia sedang terpojok. Keenam pria itu saling pandang, sedikit terguncang oleh sikap pria yang mereka kepung. Mereka merasa tertantang oleh pria itu. "Tidak peduli seberapa hebat kau berkelahi, Man. Kita masih lebih banyak jumlahnya!" seru salah satu dari keenam pria tersebut sambil mengangkat tinjunya. Dan yang mengejutkan Katon, beberapa dari mereka mengeluarkan tongkat bisbol. Sesuatu menghantam pikiran Katon.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM ZENITH

PEMBALASAN DENDAM ZENITH

Pintu dibanting tertutup di belakangnya, suaranya yang keras terasa final. Aroma di dalam ruangan menusuk hidungnya—keringat, kotoran, dan ketakutan yang asam. Ruangan itu sempit dan penuh sesak. Enam pria berbadan besar, termasuk Rico, tersebar di sekitar ruangan, beberapa bermain kartu, yang lain hanya menatap kosong. Dan di sudut, meringkuk bersama seperti sekawanan hewan yang ketakutan, ada tujuh belas anak-anak lain. Mata mereka besar dan hampa.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dari jumlah itu, ada enam perempuan dan dua laki-laki. Kedua laki-laki ini gayanya sangat berbeda. Salah satunya bernama Teddy, julukannya si Beruang. Dia adalah seorang mantan mahasiswa olahraga, tingginya sekitar 1,9 meter. Tubuhnya sangat kekar, tapi wajahnya bisa dibilang jauh dari tampan. Mungkin justru karena itu para wanita merasa aman bila bersama dia.
10110.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai kartun 6 orang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status