Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Jenuh Menjadi Istrimu, Mas!

Aku Jenuh Menjadi Istrimu, Mas!

Kalau bukan membantu orang tuanya, mungkin selama ini dia hanyalah lelaki pengangguran. "Kapan kita punya rumah, Bu?" Caca kembali bersuara. "Ini rumah kita, Nak. Rumah ini rumah kamu. Jangan suka membandingkan dengan teman-teman kamu ya, Nak. Itu tidak baik. Syukuri yang Allah sudah kasih ke kita. Alhamdulillah kita tidak tinggal di kolong jembatan. Coba lihat di luar sana, banyak anak-anak yang tidak punya rumah karena orang tuanya tidak punya tempat tinggal. Caca jangan jadi anak yang suka mengeluh, Nak. Itu sifat yang tidak baik," ujarku lembut sambil mengusap pelan puncak kepala Caca.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
Menantu Quadrilion Berkaki Palsu

Menantu Quadrilion Berkaki Palsu

Ia tidak akan menggunakan rumahnya sebagai tempat berkumpulnya banyak orang karena sangat berisiko. Ia terus mencari rumah melalui website perumahan yang resmi dan terpercaya. Jemari terus menggerakkan ke bawah untuk mencari rumah yang cocok dengannya. Hitungan menit, ia menemukan sebuah rumah mewah bagaikan istana kerajaan dengan atap yang runcing bak kastil kerajaan. Ia menghubungi pemilik rumah mewah itu untuk membuat janji dengannya. Ia menunggu diangkat oleh pemilik rumah dan beberapa detik diangkat.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

jawab Dinda. "Astaghfirullahaladzim!" pekik Pak Bukhori terkejut. "Bagaimana mungkin rumah malah bisa di jadikan jaminan ke bank? Rasanya kok konyol sekali, memang kita boleh menggadaikan barang untuk modal tapi jangan sampai rumah! Karena rumah itu adalah tempat kita berlindung, lebih baik kendaraan," sambung Pak Bukhori.
9.544.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
SELAMAT TINGGAL, MANTAN

SELAMAT TINGGAL, MANTAN

Aku balik tanya, tapi Fika tetap bersikukuh dengan keputusannya. "Sudah kubilang, Mas. Aku pengin rumah yang nyaman untukku dan Edo. Kalau terlalu kecil nggak mungkin nyaman dong." Fika kembali mencebik. "Nyaman atau nggak bukan berdasarkan kecil dan besarnya rumah, tapi bersyukur atau tidaknya kamu atas rezekiNya. Kalau kamu ikhlas dan senantiasa bersyukur, InsyaAllah nyaman. Bikin betah di rumah sendiri, caranya susun rumah sesuai seleramu, pokoknya jadikan rumah itu enak dipandang dan nyaman untuk tempat tinggal. Kalau terus melihat ke atas dan berkaca pada teman-teman hendonmu itu, yang ada rasa syukurmu kurang, Fika." Aku kembali memberikan secuil nasehat, tapi Fika justru menggerutu. T
1059.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kata bijak tentang rumah
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
NawankWulan
BAB 24 DOUBLE YA, KAK. BUKA 1 AJA YG 1 NYA JANGAN DIBUKA DULU BIAR DIEDIT JADI BAB 25 SAMA EIH YA. MON MAAF SUSAH SIGNAL DI KAMPUNG JADI DOUBLE BABNYA ... YG SUDAH TERLANJUR BUKA/BACA DOUBLE, BESOK BACA LAGI AJA GANTI BAB 25 YANG SATUNYA. TRIMS ...
MOON
ceritanya bagus. suka karaker hanin, meskipun dia dikenal patuh, lemah lembut, tapi saat orang lain melewati batas dan ngelunjak, dia langsung tegas mengambil sikap. orang baik bukan berarti terlallu baik sampe2 dibego2in orang lain.
Baca Semua Ulasan
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Aku terbelalak. "Kenapa ibu nggak ngomong langsung sama mas Ilham? Kami nggak punya uang sebanyak itu, Bu." Sahutku. Mbak Meta mendengus. "Jangan bohong kamu. Uang tabungan kalian pasti sudah banyak, toh ibu lihat kalian tidak pernah merenovasi rumah atau belanja apapun. Lihat saja, keadaan rumah kalian bahkan AC rusakpun, tidak kalian betulkan. Rela kepanasan cuma untuk menabung 'kan?" Lanjutnya. Aku tersenyum miris.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

tanya balik Kanzu pada Wafa. "Rumah indah nan berkah. Indah di sini, bukan megah. Namun, indah dipandang oleh hati kita. Karena rumah menjadi sarana hidup di dunia. Dari rumah yang baik akan lahir generasi yang baik pula. Sebab rumah adalah sarana pendidikan karakter bagi setiap anggota keluarga.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
Saudara celamitan dari Neraka!

Saudara celamitan dari Neraka!

cibirku Sebenarnya aku nggak suka pemikiran suamiku itu. Rumah adalah tempat di mana kita banyak menghabiskan waktu. Tentu saja harus yang nyaman. Jika jelek dan sempit, bagaimana bisa terasa nyaman? Yang ada sumpek dan gerah. "Bisa, ada yg jual rumah seharga enam puluh lima juta, rumahnya memang masih papan tapi cukup layak untuk ditempati."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Emosi yang membolak-balik membuat rasa kantuknya lenyap saat bersama Mutiara. Sejauh yang ia ingat, berbicara dengan Mutiara selalu memberi kesan mendalam. Tidak pernah ada pembicaraan yang sia-sia. Dan sejauh yang ia ingat, ternyata Mutiara mengajarkannya banyak hal. Hari ini akhir pekan. Mutiara libur dan dirinya juga libur, dan kali ini Motaz tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Mutiara benar. Jika membangun rumah sudah semestinya berada di lahan kosong, bukan. Membangun rumah di atas rumah lama pasti hasilnya tidak akan bagus dan kokoh.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
KAMILA : Kesabaran Menembus Batas

KAMILA : Kesabaran Menembus Batas

Bagaimana tidak, rumah yang dimaksudkan itu, adalah rumah yang ditinggalkannya malam tadi. "Sayang banget, ya, rumahnya. Memang ada ada saja kejahatan manusia saat ini. Untung saja, tidak ada orang didalamnya," ujar Bi Jum pada Ratih, yang tidak tau bahwa rumah yang dimaksud, adalah milik Ratih. Namun, ketika melihat ekspresi wajah, dan keringat dingin didahi Ratih yang duduk disampingnya, juga nafas Ratih yang tersengal sengal karna merasa sangat panik, perhatian Bi Jum langsung tertuju pada Ratih.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Gedung-gedung yang dulu miring kini berdiri lebih tegak—tidak sempurna, tapi seimbang. Ia sadar sesuatu yang dulu tak ia mengerti: Rumah yang sehat bukan yang selalu penuh. Bukan yang selalu dibutuhkan. Tapi yang memberi ruang bagi penghuninya untuk pergi, bermain, lelah, kembali—tanpa kehilangan tempat duduknya. Di kamar, Rafa tertidur dengan tangan masih sedikit kotor tanah. Di sofa, buku Rendra tergeletak terbuka di halaman yang belum selesai dibaca.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kata bijak tentang rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status