Menantu yang Sengaja Dibuang
"Ehem, tapi kamu jangan GR, ya, kami itu ke sini bukan mau minta kamu rujuk sama Agha, rumah kamu ini belum ada apa-apanya sama rumah-rumah Karin. Ditambah lagi, jangan lupa tuh, kamu kan gak bisa kasih keturunan, jadi ya udah terima nasib saja. Walau berada di rumah mewah, tapi gak laku. Janda diselimuti nestapa. Hahaha."
Widya dan ManMer tertawa bersama, aku membalas dengan senyum malas. Mereka tidak tahu saja, bahwa rahimku tidak bermasalah. Padahal sejatinya, anak dan mereka sendiri lah yang menjadi sumber masalah selama ini.
"Emm, Buk. Mutia pernah denger kalau rumah yang pernah Mutia tinggali itu tidak ada sertifikatnya, ya?"
"E-em ... eng ... a .. gimana, Wid?"
الفصول الرائجة