Pendekar Pedang Naga
Setiap malam, dia terjaga, mengingat wajah orang-orang yang dia cintai, terutama tatapan kosong adik kecilnya, Lana, saat nyawanya direnggut dengan kejam.
Pada suatu malam, Kael memutuskan untuk menceritakan segalanya pada Kakek Ling—tentang bandit-bandit yang menyerang desanya, tentang tato kalajengking merah yang ada di tangan pemimpin mereka, dan tentang dendam yang kini membara di dalam dirinya. "Aku ingin membalas dendam," ucap Kael, suaranya penuh tekad.
Kakek Ling menghela napas panjang. "Dendam adalah pedang bermata dua, Kael. Jika kau tidak hati-hati, ia akan menghancurkanmu sebelum kau menghancurkan musuhmu."