Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa
kata si Kuciang Ameh, “itu sudah pasti. Tapi, itu hanya berada di nomor urut paling bawah. Di atas itu semua, Zuraya memandang kehalusan budi bahasa ayahmu. Kesopanan yang dimiliki oleh Sialang Babega. Pesonanya itu, sangat sulit untuk diingkari oleh Zuraya, dan sampai akhirnya mereka menikah.”
“Kau dengar apa yang dikatakan Mak Enek Masuga?” kata sang ratu pula. “Semua kriteria Sialang Babega yang disebutkan Mak Enek barusan, itu terlihat di dirimu, Sati. Dan aku, aku sama sepeti Zuraya, ibumu. Aku ingin memiliki pesona itu. Aku sudah melihat, dan tak hendak melepaskan kesempatan itu dari tanganku.”
Bab Populer