Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cincin Keramat: Semakin Berdosa, Semakin Perkasa

Cincin Keramat: Semakin Berdosa, Semakin Perkasa

Tapi karena Suroto lebih berpengalaman dan bertubuh lebih besar, satu pukulan keras mendarat di rusuk Yoga hingga terdengar bunyi retak. Krekk “Uhuk!" Yoga terbatuk darah, tapi Suroto terus menyerang, pukulannya bertubi-tubi ke perut, dada, dan kepala. “Kamu itu cuma sampah, Yoga!” teriak Suroto sambil menendang kaki Rangga hingga Yoga jatuh berlutut. “Desa ini sudah aku kuasai sejak, kamu nggak ada apa-apanya!” oceh Suroto.
10946 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Tenaga murni purbanya kini telah terisi penuh hingga meluap memanaskan traktor ajaibnya kembali ke mode tempur dominan. "Daging hewan lemah ini lumayan segar mengisi tenaga sukuku. Sekarang, cepat tentukan siapa dua betina unggul yang mau kawin denganku!" teriak sang kepala suku menyeringai lebar memamerkan taring kemerahannya.
10.4K viewsOngoingAdded to Library 322 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

“Ikat. Jerat. Miliki.” Señora Reyes dari Spanyol adalah yang pertama. Ia menyendok sedikit rendang itu, membawanya ke mulut dengan gerakan anggun. Begitu saus itu menyentuh lidahnya, matanya terbelalak. Pupilnya melebar seolah baru saja menyaksikan kelahiran sebuah galaksi di dalam mulutnya. Garpu di tangannya bergetar.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Tatapan matanya mengintimidasi, membuat orang takut dalam sekejap. Mata Adiwijaya membelalak, tampak ketakutan seperti melihat hantu. Charles Smith, tuan muda keluarga Smith yang terkenal sombong dan arogan, yang hanya bisa duduk di kursi roda dan buta, kini berdiri dengan gagah tanpa bantuan apapun. Matanya terbuka dan bisa melihat. Kakinya yang lemah kini berdiri sempurna. Apa benar yang dia lihat ini??
103.2K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Entah kenapa, kakinya malah berjalan masuk ke ruang pameran. Anak magang itu berjalan di belakangnya, sambil bersemangat menjelaskan, “Pameran kali ini didanai oleh Pak Rocky. Setelah ini juga akan ada tur pameran keliling seluruh negeri.” Akhirnya, tatapan Luna tertuju pada sebuah lukisan cat minyak. Itu adalah punggung seorang pria tanpa busana, dengan otot yang tegas dan bekas luka khas di bagian pinggang belakang.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering, Azka segera menerima panggilan masuk dan ke luar dari kamar inap itu. Setelah ayahnya pergi, Katy memegang tangan Rani dan menatapnya dengan sorot penuh harapan. "Bunda, tolong bujuk Papi agar mau rujuk sama Mami. Aku mau ulang tahun nanti dirayakan bertiga!" pinta Katy yang membuat Rani bergeming. Belum sempat Rani menjawab, tiba-tiba Azka datang seraya berkata, "Katy Sayang, Papi mau kerja dulu ya. Bunda juga harus segera terbang ke Batam!"
9.725.9K viewsCompletedAdded to Library 803 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

kata Song Yue menimpali. "Kakak Sukma Geni itu jauh berbeda dari kami. Jadi, mungkin kau harus berjuang hidup dan mati untuk bisa menarik hatinya," kata Chang Mei membuat Bara semakin menggaruk kepalanya hingga rambutnya awut-awutan.
8.962.9K viewsOngoingAdded to Library 2.5K Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Rahang mereka tegas dengan tarikan dagu yang membayangkan keangkuhan. Hanya bedanya, jika seorang yang membawa suling itu menutupi mata kirinya dengan kain, adalah orang yang membawa tongkat bambu kuning gelap itu hanya berdiri di satu kaki yaitu kaki kanan. Merekalah yang disebut Si Maut Kembar. “Apa mau kalian dengan membuat rusuh di sini?” tanya Yang Feng penuh intimidasi. “Aku tak akan pernah percaya kalau warga desa ini bisa mengusik kediaman kalian.”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
Saga Sang Gagak Barong

Saga Sang Gagak Barong

Chef keluarga membuatnya dengan tangkas segera setelah Wignya memintanya menyiapkan hidangan ringan untuk pertemuan malam ini. “Masuk!” sahut Guntur saat mendengar pintu kantor diketuk. Wingya Shuman membuka pintunya dan mempersilahkan Yudanta masuk terlebih dahulu. Guntur dan Magnus berdiri untuk menyambut Yudanta. Setelah berjabat tangan dengan Magnus, Yudanta segera menjabat tangan Guntur dan menciumnya. Diantara mereka semua disana, Yudanta adalah yang termuda di usia empat puluh enam tahun.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

"Iya, Eyang." Aku dorong lagi kursi roda Eyang. Setiap yang berpapasan pasti menyapa, Eyang juga menyambut dengan ramah. Eyang orang terpandang di kampung ini. Katanya, hampir setengah lahan kebun sawit di daerah ini kepunyaan Eyang. Matahari semakin tinggi, dan mulai membakar kulitku. Mana aku lupa memakai cardigan tadi. Aku pikir, tak akan sampai panas sekali seperti ini.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as kata kata eyang suro
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status