Rumah Angker Warisan Bapak
"Kartika, lihat ke arahku. Tenanglah."
Suaranya lembut, nyaris berbisik, mengalun seperti mantra. Lukman memulai proses hipnoterapi, mengarahkan Kartika untuk memejamkan mata. "Bayangkan tempat yang tenang, tempat di mana tidak ada rasa sakit...." Suaranya terus mengalir, menembus dinding kepanikan di kepala Kartika. Perlahan, perlawanan itu mereda, napasnya teratur, tubuhnya lemas. Dia tenggelam dalam alam bawah sadarnya.
ตอนยอดนิยม